SUKABUMIVIRAL.COM - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melalui PT Brantas Abipraya menggelar sosialisasi rencana pembangunan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dan Bendung di Desa Caringin dan Desa Cisaat. Namun, meski sosialisasi sudah digelar dan SPK telah diterbitkan, progres pekerjaan di lapangan dinilai belum berjalan sesuai harapan.
Proyek senilai Rp13,6miliar yang bersumber dari APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum tersebut dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya dengan masa pelaksanaan 58 hari kalender, terhitung 3 November 2025 hingga 31 Desember 2025.
Namun, Hingga hari ini Senin (24/11), atau sepuluh hari setelah sosialisasi, aktivitas fisik di lapangan belum menunjukkan realisasi dan perkembangan signifikan.
Kepala Desa Caringin, Farid Rudin, mengungkapkan kekhawatiran atas lambatnya realisasi implementasi irigasi Cisalon yang dikerjakan oleh PT Adipraya Berantas selaku kontraktor pelaksana.
“Harapan kami setelah sosialisasi tanggal 14 itu pekerjaan segera berjalan. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda dimulainya pengerjaan. Waktunya tinggal empat minggu, sementara di lapangan belum ada progres berarti,”_ ujar Farid kepada Sukabumiviral.com (24/11/2025).
Menurutnya, proyek yang memiliki masa pelaksanaan enam minggu ini seharusnya sudah bergerak cepat mengingat waktu yang tersisa semakin sempit. Hingga kini, pekerjaan baru sebatas kegiatan pengukuran awal.
Farid menyoroti potensi tidak terserapnya anggaran APBN apabila pelaksanaan tidak segera dimulai, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat Desa Caringin dan Cisaat sebagai penerima manfaat.
“Sangat disayangkan kalau anggarannya tidak terserap. Kami sebagai penerima manfaat justru akan dirugikan. Kami hanya berharap pekerjaan segera dimulai sesuai ketentuan SPK,”_ tegasnya.
Pemerintah desa mengaku telah mencoba melakukan komunikasi, termasuk memberikan kontak penawaran dukungan pengerjaan. Namun hingga kini belum ada respons jelas dari pihak kontraktor.
Sebelumnya, dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BBWS Citarum (Inpres Tahap III). Pekerjaan berlokasi di dua desa, yakni Cisaat dan Caringin, dengan lingkup kegiatan meliputi:
• Pekerjaan Bendung
• Pekerjaan Bangunan Sadap
• Pekerjaan Saluran & Pintu Air
Adapun target pembangunan mencakup Rehabilitasi saluran sepanjang 3.164 meter, dan Perbaikan sistem pengairan untuk area 54 hektare
Kendala Alat Berat Masih Sebatas Wacana
Salah satu dugaan penyebab lambatnya progres adalah belum masuknya alat berat ke lokasi bendungan. Padahal rencana penggunaan alat berat untuk pengerukan telah disampaikan sejak sebelum sosialisasi berlangsung.
“Dari awal katanya mau masuk alat berat. Tapi sampai tanggal 24 masih sebatas wacana. Kalau memang ada kendala akses, saya sudah sampaikan ke Kepala Dusun yang punya wilayah agar membantu memfasilitasi,”_ jelas Farid.
Ia menambahkan bahwa di luar pekerjaan yang membutuhkan alat berat, masih banyak kegiatan teknis lain yang seharusnya dapat dilakukan lebih awal.
Pemerintah Desa Minta Kontraktor Bergerak Cepat:
Farid menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan siapa pun pelaksana proyek tersebut. Namun ia menekankan bahwa percepatan pekerjaan sangat penting mengingat manfaat irigasi ini menyangkut penghidupan para petani di wilayah Caringin dan Cisaat.
“Kami hanya ingin pekerjaan berjalan. Siapa pun pelaksananya, kami mendukung. Yang penting proyek ini segera dikerjakan demi kepentingan masyarakat,” _ pungkasnya.
(Red/Us/Fadil)
<<Post Views: 3.758

Social Header