Koordinator Aliansi Cicurug Bersatu ( A- Ciber) Sandi Irawan mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan jika apa yang diucapkan konten kreator itu benar adanya, bahwa siswa yang harusnya di sekolah ini menjaga etika, adab serta Akhlak ternyata dihebohkan dengan ucapan Konten Kreator tersebut.
"Kok sampai bisa- bisanya siswa yang berada di sekolah dengan menonton video Bebelekokan ( seksual) sesuai apa yang di ucapkan konten kreator itu dan pihak terkait harus bisa menyelidiki kebenaran berita tersebut," ujarnya kepada Sukabumiviral. Com, Jumat (06/02/2026).
Lanjut Sandi, bahwa penyebaran informasi di media sosial ini sangat cepat beredar, jika informasi ini benar adanya maka akan kembali mencoreng dunia pendidikan mengingat Pornografi menjadi permasalahan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan.
"Sejumlah anak kini sudah mulai mudah mengakses konten dewasa sejak usia sekolah, sekali lagi,Ini patut di pertanyakan kepada pembuat konten dan harus dibuktikan kebenarannya tersebut," ungkapnya.
Menurutnya, jika ada unsur penyebaran informasi hoax menimbulkan keresahan. Medsos seharusnya digunakan secara positif, seharusnya mereka memahami bahaya penyebaran hoax dari sisi hukum, agama, kesusilaan, dan kesopanan.
" Saya selaku Koordinator A - Ciber meminta kepada pihak SMA PGRI Cicurug untuk segera menindaklanjuti beredarnya video tersebut dan meminta pihak konten kreator menjelaskan apa maksud dan tujuannya isi kontennya tersebut," Pungkasnya. (Red/Us)
<<Post Views: 3.135

Social Header