SUKABUMIVIRAL.COM //CIANJUR — Sosok dai kharismatik asal Cianjur, Ustadz Pahrurojiakrab disapa “Ust Ngopi”—tak sekadar dikenal sebagai penceramah, tetapi juga figur penggerak perubahan sosial berbasis keagamaan. Lahir pada 27 November 1975 dari pasangan H. DH. Muhyidin asal Garut dan I. Maesyaroh asal Cianjur, ia tumbuh dengan fondasi nilai religius yang kuat.
Dengan gaya dakwah yang lugas, tegas, dan membumi, Ustadz Pahruroji kini mengemban amanah sebagai Kepala KUA, sekaligus aktif mengisi berbagai forum keagamaan.
Kehadirannya tidak hanya terbatas di mimbar masjid, tetapi juga menjangkau berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pengajian warga, kegiatan di lingkungan Kodim 0608, hingga forum organisasi kemasyarakatan di wilayah Cianjur.
Lebih dari sekadar menyampaikan ceramah, Ust Ngopi dikenal konsisten membumikan dakwah yang menyentuh realitas sosial. Salah satu kiprahnya yang menonjol adalah pembinaan anak-anak jalanan, dengan pendekatan persuasif dan edukatif agar mereka memiliki arah hidup yang lebih terarah dan bermartabat.
Di balik perannya di ruang publik, ia juga merupakan kepala keluarga dengan lima orang anak—tiga laki-laki dan dua perempuanyang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan pondok pesantren, mencerminkan komitmennya terhadap pendidikan berbasis nilai keislaman.
Julukan “Ngopi” yang melekat pada dirinya bukan sekadar identitas, melainkan filosofi dakwah yang sarat makna.
Pertama, “ngolah pikir pikeun dzikir” mengajak umat mengasah akal untuk senantiasa mengingat Allah melalui pengajian, syiar, dan pembinaan umat.
Kedua, “ngolah pisik ulin usik”—menjaga dan menghidupkan kearifan lokal Cianjur melalui tiga pilar budaya: ngaos, mamaos, dan maenpo.
Ketiga, “ngolah piduiteun”—mendorong kemandirian ekonomi umat melalui semangat kewirausahaan.
Melalui tiga pilar filosofi tersebut, Ustadz Pahruroji menegaskan bahwa dakwah tidak boleh berhenti pada aspek spiritual semata. Ia harus menjelma menjadi gerakan nyata yang memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran figur seperti Ust Ngopi menjadi representasi dakwah progresif—yang tidak hanya mengajak, tetapi juga membina, memberdayakan, dan memberi solusi konkret bagi umat.(Red/ Rien)

Social Header