SUKABUMIVIRAL. COM – Program pertanian pada era Presiden Soeharto yang mengedepankan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, termasuk proyek penyediaan lahan gambut seluas 1 juta hektare, kini dinilai hanya menjadi bagian dari sejarah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Kecamatan Cicurug, H Ujang Munajat, yang akrab disapa H Bohel. Ia menilai, program besar yang dahulu digagas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional kini sudah tidak lagi terasa dampaknya di kalangan petani.
“Dulu ada program intensifikasi dan ekstensifikasi yang benar-benar dirasakan petani. Bahkan sampai ada pembukaan lahan gambut 1 juta hektare. Tapi sekarang, program -program seperti itu tinggal kenangan,” ujar H Bohel saat ditemui di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, pada masa tersebut pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian, mulai dari penyediaan lahan, distribusi pupuk, hingga pendampingan kepada petani. Hal itu membuat produktivitas pertanian meningkat secara signifikan.
Namun, lanjutnya, kondisi saat ini jauh berbeda. Petani di daerah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, mahalnya harga pupuk, hingga minimnya program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan petani.
H Bohel berharap pemerintah saat ini dapat kembali menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga program jangka panjang yang berkelanjutan.
“Kami berharap ada perhatian serius lagi seperti dulu. Petani butuh program nyata, bukan sekadar wacana, agar bisa meningkatkan hasil dan kesejahteraan,” tegasnya, Minggu (29/03/2026).
Program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sendiri merupakan bagian dari strategi besar pemerintah di masa lalu untuk mencapai swasembada pangan. Sementara proyek lahan gambut 1 juta hektare yang pernah digagas menjadi salah satu upaya ambisius dalam membuka lahan baru, meski dalam perjalanannya menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi.
Kini, program-program tersebut menjadi catatan sejarah yang diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kebijakan pertanian di masa mendatang. ( Red/ Us).

Social Header