SUKABUMIVIRAL.COM //CIANJUR — Di tengah maraknya persoalan lingkungan, krisis sosial, hingga degradasi moral generasi muda, kehadiran Pondok Pesantren Keluarga Muslim Dzuriyyah Thoyyibah (PKM-DT) Cianjur menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu tampil sebagai pusat perubahan sosial yang konkret, progresif, dan solutif.
Di bawah kepemimpinan KH Ayi Deddi, pesantren ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama semata, tetapi juga aktif membangun kesadaran lingkungan, pemberdayaan sosial, serta pembentukan karakter santri yang mandiri dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Mengusung visi besar “Mencetak Santri Harapan yang Beriman, Bertaqwa, Mandiri, dan Solutif,” PKM-DT membuktikan bahwa pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang bukan hanya paham ilmu agama, tetapi juga hadir memberi solusi nyata bagi masyarakat.
Gerakan Nyata Selamatkan Lingkungan
Berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya, PKM-DT menerapkan budaya peduli lingkungan secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui program Jumat Bersih (Jumsih), para santri rutin menjaga kebersihan area pesantren dan sarana ibadah.
Sementara program Senin Berseka difokuskan untuk membersihkan fasilitas umum dan ruas jalan di wilayah Cianjur.
Langkah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pendidikan karakter berbasis aksi nyata. Para santri dibentuk menjadi pribadi disiplin, aktif, kreatif, serta memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Tak berhenti di sana, pesantren juga menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri dengan pemilahan limbah organik dan anorganik secara edukatif. Bahkan untuk mengatasi residu sampah, PKM-DT menggunakan teknologi media sentinator ramah lingkungan yang menghasilkan emisi asap minimal.
Inovasi ini menunjukkan bahwa pesantren tradisional pun mampu bertransformasi menjadi lembaga modern yang responsif terhadap persoalan ekologis.
Pesantren Hadir untuk Anak Yatim dan Korban Broken Home
Nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama gerakan sosial PKM-DT. Melalui program DT Peduli, pesantren aktif dalam aksi tanggap bencana dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Yang paling menyentuh, pesantren ini secara khusus merangkul anak yatim serta anak-anak dari keluarga broken home agar tidak kehilangan arah kehidupan. Mereka tidak hanya disantuni, tetapi juga dibina, dididik, dan dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki masa depan.
Pimpinan pesantren, KH Ayi Deddi, menegaskan bahwa santri harus mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
“Kami ingin mewujudkan santri yang hidup mandiri, berjama’ah, dan mampu menjadi sosok solutif terhadap problematika kehidupan maupun kehidupan keluarga,” tegasnya.
Kurikulum Agama yang Adaptif dan Solutif
PKM-DT juga mengembangkan sistem pendidikan terintegrasi yang memadukan Al-Qur’an, Sunnah, Hadis, Ijma’, dan Qiyas Ulama dengan pendekatan salafy serta modern.
Model pendidikan ini berhasil membentuk santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki empati sosial yang tinggi.
Di tengah banyaknya lembaga pendidikan yang masih terjebak pada pola formalitas, PKM-DT Cianjur justru tampil dengan pendekatan nyata: membangun manusia yang beriman, mandiri, peduli lingkungan, serta mampu menjadi solusi bagi masyarakat.
Pesantren Dzuriyyah Thoyyibah membuktikan bahwa dari balik dinding pesantren, lahir generasi pejuang yang siap menjaga bumi, membantu sesama, dan membawa perubahan bagi bangsa.
Reporter ; Rian Sagita
Redaktur : Usep Suherman

Social Header