Breaking News

Realita Memprihatinkan: Infrastruktur Jalan di Kabupaten Sukabumi , Begini Kata JA Subagyo

SUKABUMIVIRAL.COM  — Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi kembali menuai sorotan tajam. Di tengah gencarnya pembangunan yang diklaim terus berjalan, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya: banyak ruas jalan yang baru diperbaiki sudah kembali rusak dalam hitungan bulan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan proyek dan efektivitas penggunaan anggaran. Tak sedikit warga menilai pembangunan jalan terkesan hanya bersifat sementara, sekadar memperbaiki tampilan, bukan memberikan solusi jangka panjang.

Aktivis pergerakan asal Cicurug, JA Subagyo, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia menilai adanya indikasi kuat pekerjaan yang tidak sesuai standar teknis.

Ini bukan lagi soal kelalaian biasa. Kualitas pekerjaan terkesan asal-asalan, penggunaan material diduga di bawah standar, dan fungsi pengawasan terlihat lemah. Akibatnya, jalan yang dibangun hanya mampu bertahan rata-rata sekitar tiga bulan,” tegasnya, Rabu (08/4/2026) 

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pembangunan infrastruktur hanya akan menjadi siklus pemborosan anggaran tanpa hasil yang signifikan bagi masyarakat.

Anggaran terus digelontorkan setiap tahun, tapi hasilnya tidak sebanding. Ini patut diduga sebagai bentuk pemborosan, bahkan berpotensi merugikan keuangan daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendesak agar pihak terkait, mulai dari dinas teknis hingga aparat pengawas internal dan eksternal, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek jalan yang dikerjakan.

Harus ada audit kualitas, transparansi dalam pelaksanaan proyek, dan penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan oleh pekerjaan yang tidak profesional,” tegasnya. 

Lebih lanjut Subagyo menegaskan, bahwa Fenomena pekerjaan atau tander suatu pekerjaan memang selama ini di duga sudah di kondisikan atau sudah diatur sehingga ketika kualitas pekerjaan kurang maksimal merekapun akan tutup mata. 

"Memang realitanya seperti ini, jadi bukan hal yang baru bagi dunia birokrasi, diduga pengadaan tanderpun mungkin hanya formalitas saja," pungkasnya. (Red/ Us) 

© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA