“Anak-anak sudah beberapa kali kejadian seperti ini. Terluka, tersayat sama wadah itu. Kemarin guru, penjaga sekolah, sekarang anak-anak lagi,” ujar perekam video dengan nada tegas dan penuh keprihatinan.
Insiden ini disebut bukan yang pertama kali terjadi. Luka akibat wadah makanan yang diduga berasal dari food tray atau ompreng telah berulang kali menimpa siswa hingga tenaga sekolah. Kondisi ini memicu pertanyaan serius terkait standar keamanan perlengkapan dalam program MBG.
Dalam video yang sama, seorang pria yang mengaku sebagai KSPPG bernama Faisal Setia menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf. Ia menyebut pihaknya telah mendatangi orang tua korban, yakni ayah dari seorang siswa bernama Sava yang mengalami luka di bagian tangan.“Kami sudah melakukan itikad baik, mendatangi orang tua, dan meminta maaf. Alhamdulillah sudah diterima dengan baik,” ungkapnya.
Meski permintaan maaf telah disampaikan dan diterima, insiden ini menimbulkan kekhawatiran lebih luas di tengah masyarakat. Terlebih, program MBG yang seharusnya menjamin asupan gizi anak justru diduga menghadirkan risiko keselamatan.
Aktivis pergerakan Cicurug JA Subagyo menyikapi hal tersebut mengatakan, bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah dan pihak terkait didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap kualitas dan keamanan wadah makanan yang digunakan.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Jangan sampai program baik justru jadi sumber bahaya,” ujar JA Subagyo, Rabu (08/04/2026)
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil. Namun desakan publik terus menguat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.( Red/ Us)

Social Header