Breaking News

Makna “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan Semangat Perjuangan Raden Ajeng Kartini

SUKABUMIVIRAL.COM — Kalimat legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cerminan gagasan besar tentang harapan, perjuangan, dan kebangkitan. Ungkapan ini berasal dari kumpulan surat-surat Habis Gelap Terbitlah Terang yang ditulis oleh R.A. Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Eropa pada akhir abad ke-19.

Seorang Aktivis pergerakan Cicurug JA Soebagyo menuturkan, bahwa perjuangan RA Kartini (1879–1904) adalah tokoh emansipasi wanita Indonesia yang berjuang melawan adat kolonial yang mengekang kaum perempuan. 

"Waktu itu, Ia menuntut pendidikan kesetaraan bagi perempuan pribumi serta mendirikan sekolah wanita," ujarnya, Selasa (21/04/2026) 

Lanjutnya, bahwa Bagi Kartini makna “gelap” melambangkan kondisi keterbelakangan, ketidakadilan, serta keterkungkungan khususnya yang dialami perempuan pribumi pada masa penjajahan.

Sementara “terang” adalah simbol pengetahuan, kebebasan berpikir, kesetaraan, dan kemajuan peradaban. Dari situlah lahir semangat bahwa setiap masa sulit pasti dapat dilalui dengan perjuangan menuju perubahan yang lebih baik.

"Kartini bukan hanya berbicara, tetapi berjuang melalui pemikiran dan tindakan. Ia memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan, menentang budaya feodalisme yang membatasi, serta membuka jalan bagi lahirnya generasi perempuan Indonesia yang mandiri dan berdaya. Pemikirannya menjadi fondasi penting dalam perjuangan emansipasi wanita di tanah air," Jelasnya. 

Sehingga makna kalimat tersebut hingga kini tetap relevan. Dalam konteks kekinian, “gelap” bisa diartikan sebagai ketimpangan sosial, minimnya akses pendidikan, hingga krisis moral. Sedangkan “terang” adalah harapan akan perubahan melalui ilmu, integritas, dan keberanian bersuara.

"Semangat Kartini mengajarkan bahwa perubahan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Namun dengan keyakinan, keberanian, dan tekad yang kuat, “terang” akan selalu menemukan jalannya," ungkapnya. 

Menurutnya, momentum peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. "Warisan pemikiran Kartini adalah panggilan bagi seluruh elemen bangsa baik laki-laki maupun perempuan untuk terus melanjutkan perjuangan menuju Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan beradab," pungkasnya. 

Dari kegelapan menuju cahaya, dari keterbatasan menuju kemerdekaan berpikir, itulah warisan sejati Kartini untuk bangsa.
(Red/ Us
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA