![]() |
| Doc. Sosialisasi rig SEGS (déco, 4/6/26) |
SUKABBUMIVIRAL.COM || KABANDUNGAN – Langkah strategis menuju kemandirian energi bersih kembali digulirkan di kawasan Salak. Bertempat di Gedung GSC Salak, Kamis (4/6/2026), digelar acara sosialisasi kegiatan operasional Rig panas bumi oleh PT Pelumpang Raya Anugerah (PRA) di proyek Star Energy Geothermal Salak.
Pertemuan ini menjadi ruang edukasi sekaligus transparansi yang mempertemukan pihak korporasi dengan stakeholders kunci. Selain manajemen Star Energy dan PT PRA, acara ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari tiga wilayah lintas kabupaten: Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal (Sukabumi), serta Kecamatan Pamijahan (Bogor).
Komitmen Pemberdayaan: Dari Tenaga Kerja hingga Sektor Pertanian
![]() |
| Doc. Wawancara H. Asrul Humas SEGS |
Dalam sesi wawancara, H. Asrul menggarisbawahi pentingnya melihat peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek lanjutan ini. Terkait isu tenaga kerja dan pengusaha lokal, ia meluruskan situasi di lapangan agar tidak terjadi miskomunikasi.
"Untuk tenaga kerja saat ini belum ada perekrutan baru karena kami masih memberdayakan dan melanjutkan kontrak tenaga kerja lokal yang sudah ada sejak awal. Terkait dampak fasilitas umum, seperti yang kita ketahui sejak tahun 1994 kami selalu bertanggung jawab memperbaikinya, namun fokus kita hari ini adalah melangkah ke depan," ungkap H. Asrul optimis.
![]() |
| Doc. Wawancara Bambang Prayitno Rig Engineer |
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Bambang Prayitno selaku Rig Engineer. Bambang memaparkan estimasi waktu proyek dan membawa kabar baik bagi perekonomian warga sekitar ring proyek.
"Estimasi kegiatan ke depan untuk pengeboran 5 sumur ditargetkan memakan waktu sekitar satu tahun, meski dinamika di lapangan bisa membuat durasi ini berkurang atau bertambah. Terkait pemberdayaan, kami berkomitmen memprioritaskan hasil pertanian dan perdagangan lokal untuk menyuplai kebutuhan operasional kami," jelas Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja baru tetap terbuka lebar. "Ke depan pasti ada perekrutan. Operasional kami melibatkan kontraktor lain, dan estimasi kebutuhan tenaga kerja lokal di luar yang ada saat ini berkisar kurang lebih 80 orang," sambungnya.
![]() |
| Doc. wawancara IPTU Aah SR (Kapolsek Kalapanunggal) |
Kolaborasi Lintas Wilayah demi Kemajuan Bersama
Dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional ini datang dari aparat keamanan dan pemerintah setempat. Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah SR, yang hadir mewakili Forkopimcam tiga wilayah, menegaskan bahwa kunci kesuksesan pembangunan adalah sinergi.
"Kami atas nama Forkopimcam mendukung penuh apa yang dilaksanakan oleh perusahaan demi kemaslahatan masyarakat. Intinya, Forkopimcam siap bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan wilayah Kalapanunggal, Kabandungan, dan Pamijahan," tegas IPTU Aah SR.
![]() |
| Doc. Wawancara Apih Otoy (Perwakilan Warga Kabandungan) |
Harapan Baru Masyarakat Lingkar Proyek
Sosialisasi ini berhasil mengikis kekhawatiran warga dan menumbuhkan harapan baru. Apih Otoy, perwakilan masyarakat lingkar proyek, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan pihak perusahaan.
"Harapan kami, pelaksanaan drilling (pengeboran) oleh PT PRA hari ini bisa jauh lebih baik dan lancar dari Rig Antasena sebelumnya. Tadi sempat ada isu tidak ada perekrutan, namun setelah dijelaskan ternyata peluang itu ada. Kami berharap ke depan ada perekrutan tenaga kerja baru yang bisa menyerap lebih banyak warga lokal," pungkas Apih Otoy.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah, membuktikan bahwa industri energi modern dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan demi masa depan yang lebih hijau.
Laporan: Dedi Cobra






Social Header