Breaking News

Bocah 5 Tahun yang Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Meninggal Dunia, Orang Tua Tak Kuasa Menahan Tangis

SUKABUMIVIRAL.COM – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang bocah laki-laki bernama Fadlan Alfarizi (5) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cicatih, Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 13.32 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal diduga hanyut, tepatnya di aliran Sungai Cicatih sebelum Jembatan Pasar Parungkuda. Saat ditemukan, Fadlan masih mengenakan kaos berwarna biru.

Ketua Tim Basarnas, Arizal, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menjaring ikan di sungai. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang langsung melakukan proses evakuasi.

"Korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi terakhir diduga hanyut. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos berwarna biru," ujar Arizal di lokasi pencarian.

Setelah dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, unsur kepolisian, relawan, BPBD, dan masyarakat, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Arizal memastikan bahwa saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia.
"Untuk kondisinya sendiri meninggal dunia," katanya singkat.

Terkait adanya dugaan luka benturan pada tubuh korban, pihak SAR belum dapat memberikan keterangan pasti karena pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh tim medis.

"Untuk luka benturan tadi kami tidak terlalu melihat karena kebetulan ada pihak dokter yang akan memeriksanya," jelasnya.

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyelaman dan pencarian menggunakan alat deteksi bawah air Aqua Eye. SRU kedua menyisir aliran Sungai Cicatih menggunakan perahu SAR. Sementara SRU ketiga melakukan pemantauan udara dengan memanfaatkan drone termal untuk memperluas area pencarian.

"Mulai pencarian dari pagi tadi, kami membagi tiga SRU. Pertama ada SRU Aqua Eye dan penyelaman, kedua penyisiran menggunakan perahu SAR, dan ketiga menggunakan drone termal," terang Arizal.

Tangis Sang Ibu Pecah

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Sang ibu, Irmawati, mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum anaknya berpamitan bermain bersama teman-temannya di sekitar masjid dekat rumah.

Menurutnya, pagi itu Fadlan baru saja mengikuti kegiatan drumband. Sepulangnya ke rumah, ia sempat memandikan putranya sebelum kembali diizinkan bermain.

"Tadi pagi dia main drumband. Pas pulang saya tanya, 'Dede dari mana, belum mandi?' Setelah itu saya mandiin," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum keluar rumah, Fadlan sempat bertengkar kecil dengan kakaknya karena berebut telepon genggam. Setelah suasana mereda, bocah berusia 5 tahun 1 bulan itu kembali meminta izin untuk bermain.

"Dia sempat berantem sama Aa-nya rebutan HP. Saya bilang, 'Dede jangan galak.' Setelah itu dia bilang mau main. Saya cuma pesan, 'Dede jangan jauh-jauh ya.' Dia jawab, 'Iya,' lalu lari sama teman-temannya," kenang Irmawati.

Kepergian Fadlan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar aliran sungai yang memiliki arus deras dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Redaktur : Usep Suherman
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA