SUKABUMIVIRAL.COM – Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun dilaporkan hilang secara misterius di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/7/2026). Korban diduga hanyut di aliran Sungai Cicatih saat bermain bersama dua rekannya. Namun hingga Jumat sore, belum ada satu pun saksi yang memastikan korban benar-benar terjatuh ke sungai.
Peristiwa yang mengundang perhatian warga itu langsung memicu pencarian besar-besaran oleh masyarakat bersama tim gabungan. Meski berbagai upaya telah dilakukan sejak siang hari, keberadaan korban masih belum diketahui.
Ketua RT 05 RW 01 Kampung Muara, Desa Parungkuda, Suherman, mengatakan informasi hilangnya bocah tersebut diterimanya sesaat setelah salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB.
"Kalau tenggelam atau tidaknya belum bisa dipastikan. Yang jelas anak itu tidak pulang ke rumah dan dinyatakan hilang. Apakah hanyut atau kemungkinan lain, belum ada kepastian karena belum ada saksi yang melihat langsung," ujarnya.
Korban diketahui merupakan putra pasangan Erwin dan Irma, warga Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya. Sebelum dinyatakan hilang, korban sedang bermain bersama dua anak lainnya di sekitar lokasi.
"Anaknya sedang bermain, bukan mandi. Mereka bertiga," kata Suherman.
Menurutnya, hingga proses pencarian berlangsung, belum ditemukan keterangan yang dapat memastikan kronologi hilangnya korban. Tidak ada saksi yang melihat korban jatuh ke Sungai Cicatih maupun dugaan lain yang menyebabkan anak tersebut menghilang.
"Saya langsung ke lokasi setelah mendapat informasi. Sampai sekarang belum ada yang melihat anak itu jatuh ke sungai ataupun ada yang membawa. Semua masih dalam penyelidikan dan pencarian," tambahnya.
Mendapat laporan tersebut, warga dari Kampung Babakan Gobang dan Kampung Muara bergerak cepat menyisir bantaran Sungai Cicatih, area permukiman, kebun, hingga lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, P2BK, Pramuka Peduli, serta unsur relawan lainnya juga diterjunkan untuk memperluas pencarian.
Meski telah dilakukan penyisiran intensif selama berjam-jam, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Menjelang petang, sekitar pukul 17.00 WIB, operasi pencarian sementara dihentikan karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan personel.
Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan melibatkan Tim SAR yang akan melakukan penyisiran lebih luas di sepanjang aliran Sungai Cicatih serta area sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.
Hingga berita ini diterbitkan, status korban masih dinyatakan hilang, sementara dugaan hanyut masih menunggu hasil pencarian dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header