SUKABUMIVIRAL.COM — Pelayanan administrasi kependudukan seharusnya tidak menjadi persoalan yang rumit bagi masyarakat. Dokumen seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran hingga Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan hak dasar warga negara yang harus dapat diakses secara mudah, cepat dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Dalduk dan UPTD Dukcapil dalam menggelar program "Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan Sampai Rakyat", Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 serta Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.
Program ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Pemerintah tidak hanya menunggu warga datang ke kantor pelayanan, tetapi justru hadir dan menjemput langsung kebutuhan administrasi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas masih adanya warga yang terkendala jarak, waktu, biaya transportasi maupun keterbatasan akses dalam mengurus dokumen kependudukan.
Pelayanan publik tidak cukup hanya dibangun melalui slogan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi ukuran sejauh mana negara benar-benar menjalankan kewajibannya dalam memberikan pelayanan kepada rakyat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, S.Sos., M.Si., menyambut baik langkah proaktif Pemerintah Desa Benda dalam mempercepat kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Menurutnya, program jemput bola sangat penting dalam meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
"Program jemput bola ini sangat membantu mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan seperti KTP-el, Kartu Keluarga,
Akta Kelahiran dan KIA. Kami dari Disdukcapil siap mendukung penuh dan bersinergi dengan desa agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mengurus administrasi," ujar Amir Hamzah.
Sementara itu, Camat Cicurug Chaerul Ichwan menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menjalankan pelayanan publik.
Ia berharap pelayanan jemput bola dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum memiliki dokumen administrasi kependudukan secara lengkap.
"Kegiatan jemput bola pelayanan Adminduk ini merupakan langkah nyata sinergi dan kolaborasi dalam implementasi pelayanan publik kepada masyarakat. Mudah-mudahan program ini dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan," ungkapnya.
Kepala Desa Benda, Hamdan Triaji, S.Kep, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai bentuk pelayanan dan hadiah kemerdekaan bagi masyarakat Desa Benda.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni dan perayaan, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Alhamdulillah, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, HJKS ke-156 dan Harganas ke-33, kami di Desa Benda berupaya hadir lebih dekat kepada masyarakat. Tim kami turun langsung melalui program jemput bola agar warga tidak perlu jauh-jauh datang ke kecamatan atau kabupaten," tegas Hamdan Triaji.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut seluruh warga Desa Benda dapat memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap, sah dan tertib.
"Harapan kami seluruh warga Desa Benda memiliki dokumen kependudukan yang lengkap sehingga pelayanan pemerintahan dan berbagai program pembangunan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Administrasi yang tertib merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang sejahtera," tambahnya.
Adapun pelayanan yang dibuka dalam kegiatan tersebut meliputi perekaman KTP elektronik, pelayanan dan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian serta konsultasi berbagai persoalan administrasi kependudukan lainnya.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengurus dokumen yang sebelumnya belum sempat diselesaikan akibat berbagai keterbatasan.
Namun demikian, program seperti ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan administrasi kependudukan harus terus bergerak dan tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial.
Jemput bola tidak boleh sekadar menjadi program musiman yang muncul ketika ada peringatan hari besar. Pelayanan publik harus menjadi budaya pemerintahan yang berkelanjutan.
Masih terdapat masyarakat di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya memiliki dokumen kependudukan lengkap. Karena itu, kolaborasi antara Disdukcapil, kecamatan dan pemerintah desa harus terus diperkuat agar tidak ada warga yang tertinggal hanya karena persoalan administrasi.
Dokumen kependudukan bukan sekadar lembaran kertas atau kartu identitas. Di balik dokumen tersebut terdapat akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, perbankan hingga berbagai program pelayanan pemerintah lainnya.
Dengan semangat "Merdeka Melayani, Keluarga Berkualitas, Indonesia Maju", Pemerintah Desa Benda menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat.
"Kami ingin pelayanan benar-benar sampai kepada rakyat. Pemerintah desa harus mampu hadir, mendengar dan memberikan solusi. Jangan sampai masyarakat dipersulit oleh administrasi, justru pemerintah harus mempermudah selama semua sesuai aturan dan ketentuan," pungkas Kepala Desa Benda, Hamdan Triaji, S.Kep.
Kolaborasi Dalduk, UPTD Dukcapil dan Pemerintah Desa Benda ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda peringatan HUT RI, HJKS dan Harganas, tetapi menjadi contoh bahwa pelayanan publik yang baik dimulai dari keberanian pemerintah untuk turun langsung dan memastikan hak administrasi masyarakat benar-benar terpenuhi.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih nyata ketika negara dan pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya di atas podium, tetapi sampai ke pintu-pintu rumah rakyat.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header