Breaking News

Delegasi YPIP Johor Bahru Malaysia Kunjungi Desa Kutajaya, Pelajari Pengelolaan PAMSIMAS Berbasis Masyarakat

SUKABUMIVIRAL.COM — Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menerima kunjungan delegasi Yayasan Penyayang Iskandar Puteri (YPIP) dari Johor Bahru, Malaysia, pada Jumat (9/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kutajaya tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman sekaligus mempelajari pengelolaan sarana air minum berbasis masyarakat melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarkomunitas lintas negara, khususnya dalam membangun kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan fasilitas umum yang telah dibangun melalui dukungan pemerintah maupun pihak swasta.

Kepala Desa Kutajaya, Udin Suherman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kunjungan delegasi YPIP Johor Bahru. Menurutnya, kehadiran delegasi Malaysia tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk saling bertukar cerita, pengalaman, dan pengetahuan mengenai pengelolaan sarana air minum yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Ia menjelaskan, Desa Kutajaya merupakan salah satu lokasi sasaran program PAMSIMAS yang pada 2023 mendapatkan bantuan pemerintah untuk pembangunan sarana penyediaan air minum bagi masyarakat.

Selanjutnya, pada 2024, Desa Kutajaya kembali memperoleh dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) guna mengembangkan jangkauan pelayanan air minum.

“Bantuan yang diberikan pemerintah maupun pihak swasta harus dijaga dan dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlang sungan sarana air minum yang sudah dibangun,” ujar Udin.

Ia menambahkan, keberadaan program PAMSIMAS sangat membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sarana air minum di Desa Kutajaya tidak terlepas dari peran pengurus kelompok pengelola, masyarakat, serta para pemangku kepentingan yang terus berupaya menjaga fasilitas tersebut agar tetap berfungsi dengan baik.

Udin berharap, pengalaman Desa Kutajaya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi delegasi YPIP Johor Bahru, sekaligus membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan antara kedua pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan delegasi dari Malaysia. Ini merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Desa Kutajaya. Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi awal dari hubungan yang semakin baik dan berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sarana air minum berbasis masyarakat,” ungkapnya.

YPIP Pelajari Peran Masyarakat dalam Menjaga Fasilitas Publik

Sementara itu,  Ezahar bin Abu Sayyid, selaku sekretaris pada Majlis Bandaraya yang hadir mewakili YPIP, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan benchmarking atau kunjungan pembelajaran untuk melihat secara langsung pola kerja sama antara komunitas dan pemerintah dalam mengelola fasilitas publik.

Menurutnya, kunjungan ke Desa Kutajaya memberikan gambaran mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah agar tetap terawat, berfungsi optimal, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan melihat bagaimana kerja sama antara komunitas dengan pihak pemerintah dalam mengurus serta memelihara fasilitas yang telah disediakan,” jelas Ezahar.

Ia menuturkan, dalam konteks kunjungan tersebut, delegasi mempelajari pengelolaan infrastruktur air minum, mulai dari tanggung jawab operasional hingga peran masyarakat dalam memastikan fasilitas tetap berfungsi dengan baik.

Menurut Ezahar, prinsip serupa juga dapat diterapkan dalam pengelolaan berbagai fasilitas publik di wilayah perkotaan, seperti taman bermain anak, taman umum, pemeliharaan rumput, hingga infrastruktur jalan.

Ia menilai, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk membantu melakukan pemantauan, menjaga kebersihan, serta menyampaikan informasi apabila ditemukan kerusakan atau kendala dalam pemanfaatan fasilitas tersebut.

“Bagaimana masyarakat atau komunitas dapat bersama-sama membantu pemerintah memantau dan menjaga infrastruktur yang telah disediakan. Dengan keterlibatan masyarakat, fasilitas publik diharapkan dapat terus terpelihara dan memberikan manfaat bagi semua,” ungkapnya.

Pengelolaan Berkelanjutan Menjadi Kunci
Kunjungan delegasi YPIP Johor Bahru ke Desa Kutajaya diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola fasilitas publik.

Program PAMSIMAS menjadi salah satu contoh bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga harus diikuti dengan pengelolaan yang baik, pemeliharaan berkala, serta tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, Desa Kutajaya berkesempatan memperkenalkan pengalaman pengelolaan sarana air minum berbasis masyarakat kepada delegasi dari Malaysia. Sebaliknya, pengalaman yang dibagikan delegasi YPIP diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan tata kelola fasilitas publik yang partisipatif.

Dengan semangat berbagi pengalaman dan mempererat hubungan antarkomunitas, kunjungan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Reporter: Joker
Redaktur: Usep Suherman

© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA