Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda pembinaan spiritual dan silaturahmi anggota tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center Cicurug (GICC), Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (28/9/2026).
Ketua Poskab Sapu Jagat wilayah Cicurug, Cidahu, Parungkuda dan Ciambar, Budi Cekih (Bucek), menegaskan bahwa Gebyar Tawasul bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi anggota untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota Poskab Sapu Jagat untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap rida, ampunan dan keberkahan melalui doa bersama serta tawasul,” ujar Budi kepada Sukabumiviral.com
Ia menjelaskan, Gebyar Tawasul Akbar akan terus diarahkan menjadi agenda rutin bulanan. Konsistensi tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan yang tidak hanya terlihat dalam aktivitas organisasi, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial dan keagamaan para anggota.
“Insyaallah tawasul ini menjadi agenda rutin bulanan anggota Poskab Sapu Jagat Cicurug, Cidahu, Parungkuda dan Ciambar. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sesama anggota,” katanya.
Bukan Sekadar Seremonial
Budi menambahkan, tawasul dalam kegiatan tersebut dimaknai sebagai bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus syiar Islam. Melalui doa bersama, anggota diingatkan untuk senantiasa memperkuat keimanan, menyatukan hati dan menjaga rasa kebersamaan.
Menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut terletak pada bagaimana tradisi keagamaan dapat melahirkan semangat persaudaraan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tawasul juga menjadi sarana untuk memperkuat hati, menyatukan langkah dan menjaga kebersamaan antaranggota,” ungkapnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma'idah ayat 35:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.”
Budi menjelaskan, dalam pemahaman yang dianut pihaknya, tawasul merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam berdoa dengan menjadikan amal saleh, Nabi Muhammad SAW maupun orang-orang saleh sebagai wasilah, sementara segala pengabulan doa tetap diyakini berada dalam kehendak dan kuasa Allah SWT.
Menjaga Istiqamah dan Ukhuwah
Lebih jauh, ia menyebut terdapat sejumlah nilai yang ingin terus dibangun melalui kegiatan tersebut, di antaranya memperkuat ketakwaan, menumbuhkan kerendahan hati, mengingat keteladanan orang-orang saleh serta mempererat hubungan antaranggota.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh anggota Poskab Sapu Jagat untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan nilai-nilai yang diperoleh dari setiap majelis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kami mengajak seluruh anggota Poskab Sapu Jagat untuk terus istiqamah mengikuti Gebyar Tawasul yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat persaudaraan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Guru Besar Poskab Sapu Jagat Pusat, Abuya H. Deni Anwarullah, yang menurutnya terus memberikan bimbingan dan ilmu kepada jajaran serta anggota Poskab Sapu Jagat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Guru Besar Poskab Sapu Jagat Pusat, Abuya H. Deni Anwarullah, yang terus memberikan bimbingan dan ilmu kepada kami. Semoga apa yang kami lakukan senantiasa berada dalam rida Allah SWT,” pungkasnya.
Gebyar Tawasul Akbar Ke-2 tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda bulanan, tetapi menjadi ruang konsolidasi spiritual sekaligus memperkuat persaudaraan anggota Poskab Sapu Jagat di wilayah Cicurug, Cidahu, Parungkuda dan Ciambar.
Salam Badaro.
Redaktur: Usep Suherman

Social Header