SUKABUMIVIRAL.COM, – Kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui aksi nyata masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menghadiri peresmian sekaligus serah terima kunci rumah hasil program bakti sosial Bedah Rumah Mitra Desa Kutajaya Peduli bagi keluarga Bapak Tirta dan Ibu Santi, di Kampung Benteng Tengah RT 08/RW 04, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Program tersebut menjadi bukti bahwa persoalan sosial di tengah masyarakat dapat ditangani melalui kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong royong lintas sektor. Pembangunan rumah ini dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat, para donatur, serta unsur mitra pemerintahan desa.
Ketua Panitia Bedah Rumah yang juga Bhabinkamtibmas Desa Kutajaya, Bripka Afif FaKhrudin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap kondisi warga yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, bidan desa, PLKB, pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dapat meresmikan rumah bagi keluarga Bapak Tirta dan Ibu Santi. Kami tidak memiliki maksud lain selain memberikan kontribusi nyata sebagai mitra di wilayah, agar keberadaan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Afif.
WABUP: KEPEDULIAN SOSIAL HARUS BERDAMPAK DAN BERKELANJUTAN
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam program bedah rumah tersebut.
Ia menilai, kegiatan ini menunjukkan bahwa persoalan sosial di lingkungan masyarakat membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan satu pihak.
“Ini adalah salah satu wujud bagaimana kita bahu-membahu dan bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan yang ada di wilayah. Kegiatan sosial seperti ini diharapkan membawa dampak dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Andreas.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para donatur, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah tersebut.
Menurut Andreas, semangat gotong royong dan kepedulian sosial sejalan dengan cita-cita mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.
Namun, ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap keluarga penerima manfaat tidak semestinya berhenti pada selesainya pembangunan fisik rumah.Pemerintah dan pihak terkait, menurutnya, perlu memastikan kebutuhan dasar keluarga tersebut turut mendapatkan perhatian.
BUKAN HANYA BEDAH RUMAH, ADMINISTRASI DAN KESEHATAN IKUT DITANGANI
Dalam kesempatan tersebut, Andreas menjelaskan bahwa perhatian kepada keluarga Tirta dan Santi juga mencakup sejumlah kebutuhan lain.Ia menyebutkan, aspek administrasi kependudukan telah dibantu melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Pemeriksaan kesehatan juga telah dilakukan, sedangkan proses pendaftaran BPJS Kesehatan akan ditindaklanjuti.
Selain itu, Kapolsek disebut turut memberikan bantuan perlengkapan untuk mengisi rumah. Andreas juga menyampaikan rencana pengurusan akta jual beli (AJB) tanah melalui koordinasi dengan pihak kecamatan tanpa biaya bagi keluarga penerima manfaat.
Tidak berhenti di situ, Andreas menyatakan akan memberikan bantuan modal usaha agar keluarga tersebut memiliki peluang meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kondisi ekonomi.
“Mulai dari rumahnya, perlengkapannya, administrasi kependudukan, kesehatan, hingga rencana bantuan modal usaha, semuanya kita dorong agar bisa ditangani. Harapannya, bantuan sosial ini benar-benar tuntas dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ungkapnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari program pendampingan sosial. Sebab, rumah yang layak merupakan kebutuhan mendasar, tetapi keberlanjutan kesejahteraan keluarga juga membutuhkan akses layanan kesehatan, kepastian administrasi, dan dukungan ekonomi.
GOTONG ROYONG PERLU DIJAGA, PENGAWASAN DAN KEBERLANJUTAN JANGAN DIABAIKAN
Peresmian bedah rumah di Desa Kutajaya memperlihatkan besarnya potensi solidaritas masyarakat ketika kepedulian diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Meski demikian, keberhasilan program sosial tidak cukup hanya diukur dari berdirinya bangunan dan penyerahan kunci. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan rumah dapat ditempati dengan aman, seluruh bantuan tersalurkan sesuai peruntukan, serta keluarga penerima memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.
Keterbukaan laporan donasi, penggunaan material, dan biaya pelaksanaan juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan sosial.
Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut untuk mengidentifikasi warga lain yang membutuhkan bantuan.
Program Bedah Rumah Mitra Desa Kutajaya Peduli pun diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Sukabumi bahwa persoalan sosial dapat ditangani melalui kerja bersama.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah gerakan kemanusiaan bukan semata-mata terlihat dari bangunan yang telah selesai, melainkan dari perubahan kehidupan keluarga yang dibantu. Rumah yang lebih layak harus menjadi awal bagi kehidupan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi keluarga Tirta dan Santi.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header