![]() |
| Pekerjaan yang sudah diselesaikan oleh Subcon Perinvoice yang sesuai permintaan dari PT adhi karya. foto : (SV) |
Proyek yang merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Citarum saluran irigasi cikuru manglad dan ciutara tersebut diklaim telah rampung sejak akhir 2025 lalu.
Pekerjaan yang ada di wilayah Kecamatan Cidahu dan Cicurug, fisik proyek rehabilitasi irigasi, di lokasi tersebut sudah 100 persen yang dilaporkan telah selesai dikerjakannya pada bulan Februari 2026.
Salah seorang Subcon perinvoice yang enggan disebutkan mamanya, mengeluhkan bahwa dirinya telah menuntaskan kewajiban sesuai permintaan pihak pelaksana, namun hingga kini tidak ada kejelasan pembayaran oleh PT Adhi Karya sampai sekarang.
"Padahal kami sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai apa yang diminta dan juga sesuai, tapi sampai sekarang belum juga ada pembayaran,” ucap keluh dari beberapa orang yang menerima Subcon Perinvoice Irigasi kepada Sukabumiviral.com.
"Adapun besaran upah yang tertahan bervariasi di tiap pekerjaan. Khususnya Kecamatan cidahu dan cicurug total tunggakan upah mencapai ratusan juta rupiah.
Keluhan ini mulai datang dari Kecamatan Cidahu dan cicurug di mana pekerja dan pemasok material (vendor) mengaku sekitar ratusan juta dari nilai pekerjaan yang masih tertahan.
“Dari nilai pagu pekerjaan beberapa persen yang belum di bayarkan oleh PT Adhi Karya,” ujarnya dari beberapa Subcon Perinvoice.
Selain persoalan upah, warga juga menyoroti minimnya transparansi proyek. Di beberapa lokasi, papan informasi kegiatan tidak mencantumkan nilai anggaran secara detail. Berdasarkan estimasi di lapangan, nilai anggaran per titik proyek tersebut berkisar miliaran rupiah.
Sebagai pelaksana proyek, PT Adhi Karya diharapkan segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Terlebih, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program strategis ketahanan pangan nasional yang dibiayai pemerintah pusat.
Mengingat momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 yang semakin dekat, tekanan kebutuhan ekonomi membuat para pekerja dan vendor semakin mendesak pihak terkait untuk segera memberikan kepastian pembayaran.
Selain pekerja, sejumlah vendor penyedia material juga disebut telah mendesak pembayaran karena pekerjaan telah lama selesai. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tekanan dari pihak vendor disebut semakin meningkat.
“Kami di lapangan merasa tertekan dan desakan dari vendor material dan para pekerja yang meminta hak mereka segera dibayarkan,” kata salah seorang perwakilan pekerja.
"Harapan kami sederhana, hak kami sebagai pekerja segera dibayarkan. Apalagi kebutuhan menjelang Lebaran semakin mendesak," tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan. “Kami di lapangan merasa tertekan dengan desakan dari vendor material dan pekerja yang meminta hak mereka segera dibayarkan pull sesuai invoice di karnakan pekerjaan sudah selesaikan dari beberapa Subcon Perinvoice pekerjaan irigasi Cikuru Manglad dan Ciutara. "Bebernya. (Red)
<<Post Views: 2.457


Social Header