Dalam Peraturan Daerah (Raperda) inisiatifnya dan DPRD telah mengesahkan rancangan tentang pemajuan kebudayaan adalah identitas kultural tak boleh pudar di Jawa Barat. Dalam acara silaturahmi ini dari semua PAC Kota-Kabupaten dan para relawan partai Gerindra untuk melestarikan warisan budaya.
Dra. Hj. Lina Ruslinawati Dewan Provinsi Jawa Barat sangat memandang, payung hukum ini menjadi salah satu hal mendesak di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi saat ini.
Ia juga menuturkan, dengan adanya payung hukum ini, keberadaan warisan nenek moyang ini dapat terus terlestarikan di tengah masyarakat. "Dengan adanya regulasi ini, perlindungan tidak hanya dalam bentuk warisan nenek moyang, melainkan juga terhadap para pelakunya.
“Jadi kemarin kita merancang inisiatif dewan untuk mendorong rancangan peraturan daerah tentang pemajuan kebudayaan di Jawa Barat. Raperda ini kami usulkan dan kami bentuk pansus (panitia khusus) untuk menampung aspirasi pelaku seni dan budaya di Jawa Barat,” ungkap Dra.Hj. Lina Ruslinawat.
Hal tersebut ia mengungkapkan, dalam kegiatan bertajuk ‘Dewan Menyapa Berbasis Budaya’ yang bertempat di Tahu Sumedang H. Didi Jalur lingkar selatan pada, Selasa (17/03/2025).
Kegiatan inisiatif itu menjadi salah satu upaya nyata Dewan Provinsi Jawa Barat, dari Partai Gerindra, Dra. Hj. Lina Ruslinawat, hal ini harus di pertahankan demi melestarikan warisan budaya Jawa Barat.
Dalam regulasi tersebut, lanjut Dra. Hj. Lina Ruslinawat, tertuang perlindungan dan pelestarian kebudayaan di Jawa Barat. "Baik itu dari unsur seni dan budayanya, situs peninggalan bersejarah, bahasa, dan huruf Sunda. Dengan demikian, generasi muda saat ini bisa mengenali warisan kebudayaan Jawa Barat jangan sampai hilang tergerus zaman.
Ia menyadari, pentingnya perlindungan warisan budaya ini di tengah derasnya arus globalisasi saat ini. Dengan adanya perda tersebut, pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kepastian menjaga keles. "Pungkasnya.
Yati Kerisnawati, Kader Muda dari Partai Gerindra dan juga sebagai Sekertaris Pemberdayaan Perempuan di Sarbumusi mengaku, dalam acara demi mempererat silaturahmi bersama PAC dan Relawan Partai Gerindra sambil adakan "Gelar Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya".
"Menutnya, saya melihatnya sangat takjub dengan penampilan anak-anak itu dalam menjaga warisan budaya Jawa Barat tersebut. Sebab, saat ini sangat jarang sekali menemukan pentas seni seperti ini di tengah masyarakat, terkecuali dalam kegiatan tertentu.
“Kegiatan ini sangat bagus. Selain melestarikan budaya juga bisa merangsang anak-anak yang lain para generasi penerus untuk lebih mencintai kebudayaannya sendiri,” ungkap Yati Kerisnawati. (Red)
<<Post Views: 357




Social Header