Dalam perjalanannya, Asep singgah di Kabupaten Cianjur pada Selasa (16/6/2026) dan mendapat sambutan hangat dari komunitas pesepeda setempat. Kehadirannya tidak hanya menjadi perhatian para goweser, tetapi juga mengundang rasa kagum masyarakat yang mendengar kisah perjuangannya.
Perjalanan yang dimulai dari Garut pada Minggu (14/6/2026) tersebut bukan sekadar ekspedisi olahraga. Di balik kayuhan pedalnya, tersimpan misi silaturahmi, persahabatan lintas negara, dan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
"Saya mohon doa dari masyarakat Cianjur dan seluruh Indonesia agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran hingga sampai ke Mekah dan kembali lagi ke Tanah Air," ujar Asep, selasa (16/06/2026).
Perjalanan ekstrem ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Pelepasan keberangkatan dilakukan langsung oleh Bupati Garut bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut. Bahkan puluhan anggota komunitas sepeda turut mengantar hingga wilayah Bandung sebagai bentuk dukungan moral terhadap misi besar tersebut.
Dengan pembiayaan yang sebagian besar dilakukan secara mandiri serta dukungan sahabat dan komunitas, Asep menargetkan perjalanan menuju Mekah dapat ditempuh dalam waktu tiga hingga empat bulan.
Rute yang akan dilalui terbilang tidak ringan. Asep berencana melintasi Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, China, Nepal, India, Qatar hingga akhirnya memasuki Arab Saudi. Kota Madinah dan Masjidil Haram di Mekah menjadi titik akhir dari perjalanan yang dipenuhi tantangan fisik dan mental tersebut.
Yang lebih menginspirasi, usia Asep saat ini hampir menginjak 64 tahun. Namun semangatnya justru membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
"Bagi saya, sepeda hanya alat. Yang paling penting adalah silaturahmi dan persaudaraan. Saya ingin bertemu banyak saudara baru di berbagai daerah dan negara," ungkapnya.
Di Cianjur, Asep disambut oleh Tedi dan Haji Adi bersama Komunitas Federal Cianjur. Lokasi tersebut juga kerap menjadi tempat persinggahan para pesepeda yang memiliki tujuan serupa menuju Tanah Suci sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka.
Perjalanan Asep Akung menjadi simbol bahwa keteguhan hati mampu mengalahkan keterbatasan usia dan jarak. Dari Garut menuju Mekah, setiap kayuhan pedalnya membawa pesan tentang keberanian, persaudaraan, dan keyakinan bahwa mimpi besar hanya bisa dicapai oleh mereka yang berani memulainya.
Reporter : Rian Sagita Redaktur : Usep Suhermam

Social Header