Breaking News

Warga Demo Jalan Rusak, Kades Benda Soroti Peran Perusahaan dan Lemahnya Realisasi CSR

SUKABUMIVIRAL.COM Aksi penyampaian aspirasi warga terkait kondisi Jalan Lingkungan RT 03/RW 07 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali menyoroti persoalan klasik antara kerusakan infrastruktur desa dan aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan yang melintas setiap hari.

Kepala Desa Benda, Hamdan Triaji, mengungkapkan bahwa keluhan utama masyarakat dalam aksi tersebut berkaitan dengan kondisi jalan lingkungan yang semakin rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut Hamdan, secara status administratif jalan tersebut merupakan jalan lingkungan atau jalan desa, sehingga tanggung jawab pembangunan dan pemeliharaannya berada pada pemerintah desa.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi jalan saat ini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kendaraan berat milik sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Memang statusnya jalan lingkungan atau jalan desa. Tetapi di wilayah itu ada beberapa perusahaan, dan masyarakat menilai kerusakan jalan salah satunya disebabkan oleh kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas," ujar Hamdan, Rabu (17/06/2026) 

Sebagai upaya meredam ketegangan dan mencari solusi, Pemerintah Desa Benda telah memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat, pengurus lingkungan, dan tiga perusahaan yang berada di kawasan tersebut.

 Dalam pertemuan itu, perusahaan diberikan waktu hingga Jumat mendatang untuk menyampaikan sikap resmi terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam perbaikan jalan.

"Kami sudah mempertemukan semua pihak. Insya Allah hari Jumat nanti akan ada jawaban dari perusahaan, apakah mereka bersedia atau tidak membantu perbaikan jalan," katanya.

Hamdan menjelaskan bahwa jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar sekitar 6 meter tersebut sebenarnya telah diajukan dalam perencanaan pembangunan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Namun, keterbatasan anggaran dan berbagai pertimbangan pembangunan lainnya membuat realisasi perbaikannya belum dapat dilakukan secara optimal.

Di sisi lain, ia menilai kondisi jalan yang dirancang sebagai jalan lingkungan menjadi tidak mampu menahan beban kendaraan berat yang melintas secara rutin.

"Kalau jalan lingkungan terus diinjak kendaraan dengan tonase besar setiap hari, tentu cepat rusak. Karena itu perlu ada sinergi antara pemerintah dan perusahaan yang juga memanfaatkan akses tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, Hamdan juga menyoroti pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Benda.

Menurutnya, hingga saat ini manfaat CSR yang dirasakan masyarakat masih belum maksimal dan belum menyentuh kebutuhan mendasar seperti perbaikan infrastruktur jalan.

"Kalau bicara CSR, saya menilai masih belum maksimal. Mungkin ada bantuan atau donasi tertentu, tetapi untuk program yang benar-benar berdampak terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya perbaikan jalan, belum terlihat signifikan," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, memang pernah dilakukan perbaikan jalan oleh pihak perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, perbaikan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada tindak lanjut kembali meskipun kerusakan jalan semakin parah.

Saat ini terdapat sedikitnya tiga perusahaan yang aktivitasnya menggunakan akses jalan tersebut, yakni SINWA, Berlina, dan Marjuli Ekspedisi. Masyarakat berharap ketiga perusahaan tersebut tidak hanya memanfaatkan akses jalan untuk kepentingan usaha, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial dengan turut berkontribusi dalam pemeliharaan infrastruktur yang terdampak aktivitas operasional mereka.

Aksi warga ini menjadi peringatan bahwa persoalan jalan rusak bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan telah menyangkut aspek keselamatan masyarakat. Apabila tidak segera ditangani melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, potensi konflik sosial antara warga dan perusahaan dikhawatirkan akan terus meningkat.

Redaktur : Usep Suherman

© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA