Breaking News

TRAGIS! PEDAGANG SAYUR KELILING TEWAS DITEMPAR KA PANGRANGO SAAT MENCARI NAFKAH

SUKABUMIVIRAL.COM – Perjuangan hidup Asep Yusup (49) berakhir tragis di atas rel kereta api. Pria yang dikenal sebagai pedagang sayur keliling asal Kampung Babakanpeundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, itu meninggal dunia setelah tertempar dan terlindas Kereta Api Pangrango di belakang Perumahan BMI, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026) sore.

Peristiwa memilukan tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Pasalnya, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari berjalan kaki menyusuri kampung demi kampung menjajakan berbagai hasil tani seperti daun singkong dan sayuran segar lainnya.

Menurut keterangan warga, sebelum kejadian korban baru saja selesai menawarkan dagangannya dan hendak melanjutkan perjalanan ke wilayah lain. Saat itu, kereta api diketahui akan melintas dan sejumlah warga sempat berupaya memperingatkan korban.

Petugas Piket Polsek Parungkuda, Aipda Untung Supadi, mengatakan warga telah berteriak meminta korban menghentikan langkahnya dan menjauh dari rel. Namun nahas, peringatan tersebut diduga tidak terdengar.

"Warga sempat mengingatkan agar korban berhenti terlebih dahulu karena kereta akan lewat. Namun kejadian berlangsung sangat cepat hingga akhirnya korban tertabrak," ujarnya.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Korban terpental dan mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Warga yang menyaksikan kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.

Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa korban memang memiliki keterbatasan pendengaran. Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban tidak menyadari datangnya kereta maupun mendengar teriakan warga.

"Korban sehari-hari berjualan sayur dengan berjalan kaki. Pendengarannya memang kurang baik dan sering melintasi jalur tersebut saat mencari nafkah," katanya.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun luka yang dialaminya terlalu parah untuk diselamatkan.
Dokter jaga IGD RSUD Sekarwangi, dr. Iwan, menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami cedera berat di berbagai bagian tubuh akibat hantaman dan gilasan kereta api.

"Korban mengalami multiple injury. Cedera paling berat ditemukan pada bagian kepala yang mengalami pendarahan serius," ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Di balik tragedi tersebut, tersimpan kisah pilu seorang pencari nafkah yang menghabiskan hidupnya dengan berjalan kaki menjajakan hasil bumi demi bertahan hidup, namun harus meregang nyawa secara tragis di tengah perjuangannya mencari rezeki.

Kini, langkah kaki Asep Yusup yang selama ini akrab menyapa warga dari kampung ke kampung telah berhenti selamanya. Duka mendalam menyelimuti keluarga dan masyarakat Bojongkokosan yang kehilangan sosok sederhana, pekerja keras, dan dikenal dekat dengan warga.

Redaktur : Usep Suherman
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA