Breaking News

Situ Citaman Dulu Jadi Andalan Petani, Kini Jebol dan Terbengkalai, Ribuan Meter Irigasi Dinilai Tak Maksimal

SUKABUMIVIRAL.COM – Kondisi memprihatinkan dialami para petani di Kampung Cidahu Pasar, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Memasuki musim kemarau, sebagian lahan persawahan mulai mengalami kekeringan akibat sumber air utama dari Situ Citaman yang telah jebol dan hingga kini belum mendapat penanganan menyeluruh.

Seorang tokoh masyarakat yang juga berprofesi sebagai petani mengungkapkan, selama puluhan tahun Situ Citaman menjadi tumpuan utama pengairan sawah warga. Namun, sejak tanggul situ tersebut jebol sekitar dua tahun lalu, pasokan air ke areal persawahan terus menurun hingga berdampak pada produktivitas pertanian.

"Kurang lebih sudah dua tahun Situ Citaman ini jebol, sehingga dampaknya memang sangat terasa bagi para petani," ujarnya kepada Sukabumiviral.com, Rabu (22/07/2026).

Menurutnya, sebelum kondisi situ rusak, sawah warga tetap memperoleh pasokan air meski musim kemarau berlangsung cukup panjang. Berbeda dengan kondisi saat ini, banyak lahan mulai mengering karena sumber air utama sudah tidak lagi berfungsi optimal.

Ironisnya, pada tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3.046.290.258,81 untuk pekerjaan peningkatan jaringan Irigasi Citaman. Namun, pekerjaan tersebut dinilai hanya berfokus pada pembangunan jaringan irigasi, sementara sumber air di Situ Citaman yang menjadi hulu pengairan justru tidak diperbaiki.

"Secara fisik jaringan irigasinya memang terlihat bagus sampai ke hilir. Tapi kalau sumber air di Situ Citaman tidak ada, bagaimana mungkin sawah bisa terairi? Seharusnya yang menjadi prioritas adalah memperbaiki sumber airnya terlebih dahulu," ungkapnya.

Ia menjelaskan, air yang saat ini masih mengalir melalui saluran irigasi bukan berasal dari Situ Citaman, melainkan hanya limpasan dari aliran air Desa Girijaya. Kondisi tersebut membuat debit air tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan pertanian.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai ketepatan perencanaan pembangunan irigasi. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dinilai belum memberikan manfaat maksimal karena persoalan mendasar di bagian hulu belum diselesaikan.

Para petani berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembangunan irigasi agar anggaran yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mereka juga mendesak agar perbaikan Situ Citaman menjadi prioritas sehingga fungsi irigasi dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

"Harapan kami sederhana, pembangunan yang menggunakan uang rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau sumber airnya kembali normal, tentu sawah kami bisa kembali produktif," pungkasnya.

Redaktur: Usep Suherman
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA