SUKABUMIVIRAL.COM — Kabar duka sekaligus perjuangan berat datang dari keluarga warga Perumahan Bukit Cidahu Asri (BCA), RT 25/RW 06, Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Seorang anak yatim bernama Khairurizal Aghna Ruswandi, atau akrab disapa Aghna, kini tengah berjuang melawan kanker mata stadium 4. Bocah tersebut masih harus menjalani serangkaian perawatan dan pemeriksaan medis secara intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.
Perjuangan Aghna bukanlah perjalanan singkat. Sang ibu, Arlis R. Andari, harus terus mendampingi putranya menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.
Arlis menuturkan, kondisi yang dialami Aghna mulai terdeteksi sekitar enam minggu lalu ketika mereka berada di Bandung. Sejak saat itu, Aghna telah beberapa kali menjalani rawat inap.
“Selama kurang lebih enam minggu ini, Aghna sudah tiga kali menjalani rawat inap di rumah sakit,” ungkap Arlis kepada Sukabumiviral. com, Minggu ( 30/08/2026).
Lanjutnya, bahwa kondisi dan jadwal pengobatan mengharuskan Aghna kembali menjalani perawatan di Bandung. Bahkan, Aghna baru saja menyelesaikan rangkaian kemoterapi selama empat hari berturut-turut.
Namun perjuangan itu belum berakhir.
Saat ini, Aghna masih harus kembali ke Bandung melaksanakan jadwal pemeriksaan rutin, termasuk pemeriksaan di Poli Syaraf RSHS Bandung.
“Sekarang Aghna masih berada di rumah Perum BCA Cidahu dan besok harus berangkat kembali ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan rutin di Poli Syaraf RSHS,” tutur Arlis.
Di tengah perjuangan melawan penyakit yang dideritanya, keluarga juga menghadapi berbagai kebutuhan selama menjalani pengobatan di luar daerah. Kehidupan harus terus berjalan, sementara kebutuhan sehari-hari, transportasi, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan pendampingan selama pengobatan menjadi beban yang harus dihadapi.
Bagi seorang ibu, mendampingi anak yang sedang berjuang melawan penyakit berat tentu bukan perkara mudah. Terlebih, perjalanan panjang pengobatan membuat keluarga harus bertahan jauh dari rumah dan lingkungan tempat tinggalnya.
Saat ini, dukungan dan doa masyarakat menjadi harapan besar bagi Aghna dan keluarganya.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga berharap Aghna diberikan kekuatan, ketabahan, serta kelancaran dalam menjalani seluruh rangkaian pengobatan yang masih harus ditempuh.
Masyarakat yang ingin memberikan dukungan diharapkan dapat membantu secara bijak dan sesuai kebutuhan keluarga, baik melalui dukungan moril, doa, maupun bantuan materiil.
Karena terkadang, bagi keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit berat, perhatian dan kepedulian bukan hanya sekadar bantuan. Dukungan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk terus bertahan dan tidak menyerah.
Semoga Aghna diberikan kekuatan dalam menjalani setiap proses pengobatan, dan sang ibu diberikan ketabahan untuk terus mendampingi putranya dalam perjuangan panjang melawan penyakit tersebut.
Mari bersama-sama mengirimkan doa terbaik untuk Aghna. Semoga diberikan kesembuhan dan kembali dapat menjalani hari-harinya seperti anak-anak lainnya.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header