Breaking News

Dampak Kemarau, Warga Benda Krisis Air Bersih dan Desak Pemerintah Bangun Sumur Bor

SUKABUMIVIRAL.COM — Musim kemarau mulai membawa dampak serius bagi masyarakat di wilayah Desa Benda. Menyusutnya debit air membuat sejumlah sumur warga mengering, sementara kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari terus meningkat.

Kondisi tersebut kini menjadi keluhan warga Kampung Bangkongreang RT 01/RW 07. Sedikitnya 115 Kepala Keluarga (KK) disebut terdampak keterbatasan air bersih akibat sumber air yang semakin sulit diperoleh.

Erwin Setiawan, Ketua RT 01 mengatakan kondisi kemarau tahun ini sangat dirasakan masyarakat. Menurutnya, persoalan air bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari.

Kondisi kemarau saat ini memang sangat terasa sekali oleh warga masyarakatnya,” ujar Erwin, Sabtu (22/08/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang tinggal di wilayah rentan kekeringan harus menghadapi konsekuensi yang cukup berat ketika sumber air mulai menyusut. Selain sumur warga mengering, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk memperoleh air bersih.

Air dibutuhkan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi. Ketika sumber air mengering, masyarakat otomatis semakin terbebani,” ungkapnya.

115 KK Jangan Dibiarkan Berjuang Sendiri

Kondisi yang dialami warga Kampung Bangkongreang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Krisis air bersih bukan persoalan yang dapat diselesaikan hanya dengan menunggu datangnya hujan.

Pemerintah daerah maupun instansi terkait dinilai perlu turun langsung melakukan pemetaan sumber air serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, khususnya di wilayah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan.

Sebanyak 115 KK membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar imbauan.

Warga pun secara tegas berharap pemerintah memberikan dukungan melalui pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), khususnya sumur bor, yang dapat menjadi sumber air alternatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Permintaan tersebut dinilai sangat beralasan. Pembangunan sumur bor bukan hanya bantuan jangka pendek, tetapi dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengantisipasi persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.

Pemkab Jangan Menunggu Krisis Semakin Parah

Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah desa dan instansi teknis terkait diharapkan tidak menunggu sampai warga benar-benar mengalami kondisi darurat baru mengambil tindakan.

Jika debit sumur terus menurun dan sumber mata air semakin terbatas, maka kebutuhan air bersih harus segera ditangani melalui langkah konkret, mulai dari distribusi air bersih hingga penyediaan infrastruktur SAB permanen.

Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika 115 KK sudah menyampaikan keluhan dan meminta dukungan sumur bor, pemerintah dituntut hadir dengan solusi yang nyata, cepat, dan tepat sasaran.

Warga berharap usulan pembangunan sumur bor tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis, penganggaran, dan pembangunan di lokasi yang benar-benar membutuhkan.

Jangan sampai masyarakat harus menunggu krisis air semakin parah hanya untuk mendapatkan hak atas air bersih.

Redaktur : Usep Suherman
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA