SUKABUMIVIRAL.COM — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menghadiri kegiatan saresehan dan silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Cidahu di kawasan wisata alam Batu Tapak, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Gerakan Pramuka, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Dalam kesempatan tersebut, Deden Sumpena menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, generasi muda juga harus dibekali karakter, keterampilan sosial, kepemimpinan, kemandirian serta kemampuan beradaptasi.
“Pendidikan karakter sebenarnya sudah menjadi bagian dari kita. Tantangan pendidikan ke depan bukan hanya bagaimana anak-anak memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter dan keterampilan untuk menghadapi kehidupan,” ujar Deden dalam saresehan tersebut.
Ia menilai tantangan yang akan dihadapi generasi muda dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang akan semakin berat. Perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja menuntut peserta didik memiliki kemampuan yang lebih kompleks.
“Kalau hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi kemampuan lainnya tidak ada, tentu akan menjadi persoalan. Karena itu, keterampilan dan karakter harus berjalan bersama,” tegasnya.
Menurut Deden, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membangun kemampuan tersebut. Berbagai kegiatan kepramukaan yang selama ini terlihat sederhana, seperti berkemah, kegiatan tali-temali, tepuk tangan, kegiatan kelompok hingga latihan kepemimpinan, sejatinya memiliki nilai pendidikan yang kuat.
Ia mencontohkan kemampuan bekerja sama dan bersosialisasi yang dibangun melalui kegiatan kelompok. Anak-anak juga dilatih untuk mampu memimpin sekaligus memahami bagaimana menjadi anggota yang baik ketika dipimpin orang lain.
“Seorang pemimpin bukan hanya harus pandai memimpin, tetapi juga harus pandai dipimpin. Di Pramuka, anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, mengambil keputusan, bertanggung jawab dan menghargai orang lain,” jelasnya.
Deden juga menyoroti pentingnya keterampilan praktis yang saat ini mulai tergerus oleh ketergantungan terhadap teknologi digital.
Menurutnya, generasi muda tidak boleh sepenuhnya bergantung kepada telepon genggam dan internet. Mereka tetap perlu memiliki keterampilan dasar yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Suatu saat terjadi bencana atau kondisi tertentu, apakah anak-anak kita bisa bertahan tanpa gadget? Mereka harus bisa memiliki keterampilan dasar, termasuk memasak secara sederhana, menggunakan alat komunikasi dan kemampuan lainnya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Deden menekankan bahwa pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka juga tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. Ia mengingatkan bahwa Dasa Darma Pramuka mengandung nilai-nilai yang relevan untuk membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Yang paling penting adalah karakter.
Selain memiliki ilmu pengetahuan, anak-anak harus memiliki nilai-nilai kehidupan, kemampuan sosial dan spiritual,” katanya.
Ia berharap momentum HUT Pramuka ke-65 tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Gerakan Pramuka harus terus diperkuat sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah dan Gerakan Pramuka perlu terus dibangun agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, bekerja, memimpin, bersosialisasi serta bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Pramuka jangan hanya dilihat dari kegiatan kemah atau tepuk tangan. Di balik semua itu ada proses pendidikan. Ada pembentukan karakter, kemampuan sosial, kepemimpinan, kemandirian dan keterampilan hidup,” pungkas Deden.
Kegiatan saresehan dan silaturahmi tersebut pun menjadi ruang refleksi bahwa menghadapi masa depan, pendidikan generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik. Karakter, keterampilan dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting agar generasi muda Sukabumi mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Redaktur : Usep Suherman
(JOY)

Social Header