SUKABUMIVIRAL.COM – Komitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba tidak cukup hanya diwujudkan melalui seminar dan seremonial. Dibutuhkan gerakan nyata, keberanian mengambil bagian, serta komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika.
Hal tersebut disampaikan H. Loka Tresnajaya, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, saat menghadiri Seminar dan Pembekalan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/9/2026).
Kehadiran H. Loka dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya bersama membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus memperkuat langkah pencegahan di tingkat lingkungan.
Dalam penyampaiannya, H. Loka menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan persoalan yang dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan.
“Ini merupakan gerakan nyata. Setelah seminar ini selesai, saya akan kembali ke rumah dan kembali ke wilayah saya. Apa yang saya dapatkan hari ini harus saya bawa dan diterapkan di lingkungan,” ujarnya.
Ia menilai seminar P4GN harus menghasilkan dampak konkret. Jangan sampai kegiatan hanya berhenti pada forum diskusi, sementara persoalan penyalahgunaan narkoba terus berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, ketika masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya narkoba, langkah berikutnya adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan.
“Kalau kita sudah mengetahui persoalannya, mari kita berbagi. Mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan dan peran kita masing-masing,” tegasnya.
H. Loka juga mengajak seluruh pihak untuk tidak memandang persoalan narkoba sebagai persoalan jangka pendek. Pencegahan harus dipikirkan untuk kepentingan generasi mendatang.
Ia bahkan mengajak masyarakat dan pemerintah melihat persoalan tersebut dalam perspektif lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Kita harus berpikir lima tahun ke depan, sepuluh tahun ke depan, tentang Indonesia,” katanya.
Menurut H. Loka, perang terhadap narkoba membutuhkan konsistensi dan komitmen. Tidak boleh ada sikap setengah hati ketika berhadapan dengan ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Ia berharap hasil seminar P4GN dapat menjadi pemantik lahirnya gerakan bersama di tingkat masyarakat, khususnya dalam memperkuat edukasi, pengawasan lingkungan, serta kepedulian terhadap generasi muda.
“Harapan saya, mudah-mudahan kita bisa terus berpikir dan bergerak. Dengan kebersamaan, dengan para tokoh dan seluruh elemen masyarakat, inilah yang kita inginkan,” tuturnya.
Lebih jauh, H. Loka mengingatkan bahwa keberhasilan program P4GN pada akhirnya sangat bergantung pada komitmen setiap individu. Pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat harus mengambil perannya masing-masing.
Sebab, pemberantasan narkoba tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu pihak.
Seminar P4GN, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Bukan sekadar memenuhi kewajiban kegiatan, tetapi menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif bahwa ancaman narkoba harus dilawan secara serius, terukur dan berkelanjutan.
“Pada akhirnya kembali kepada individu masing-masing. Kita harus berhati-hati dan menjalankan komitmen yang sudah kita sepakati,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman

Social Header