SUKABUMIVIRAL.COM – Insiden tumbangnya tiang besi kembali terjadi di Jalan Raya Cidahu, tepatnya di Kampung Kebon Cau RT 02/01, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (09/09/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut bukan sekadar persoalan tiang tumbang. Kejadian ini kembali membuka pertanyaan serius mengenai keamanan infrastruktur jaringan telekomunikasi, kesemrawutan kabel udara, hingga pengawasan terhadap bentangan kabel yang berada di ruang milik jalan.
Akibat tiang tumbang dan kabel yang menjulur melintas badan jalan, arus kendaraan di Jalan Cidahu sempat terganggu.
Kondisi tersebut tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan, terlebih jalur tersebut kerap dilalui kendaraan besar dan berdimensi tinggi.
Ketua AJi-Su, Jaya Taruna, mengatakan kejadian tersebut merupakan insiden kedua di lokasi yang sama.
Menurutnya, sebelumnya tiang besi jaringan telekomunikasi di lokasi tersebut mengalami patah pada Kamis (30/07/2026), yang juga menyebabkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
“Ini kejadian yang kedua. Sebelumnya tiang besi patah dan mengganggu arus lalu lintas,” ujar Jaya Taruna.
Ia menduga salah satu persoalan yang perlu diperiksa adalah beban kabel yang menumpang pada tiang tersebut.
“Patahnya tiang besi tersebut diduga akibat terlalu banyak beban dari kabel-kabel yang menumpang di tiang tersebut,” katanya.
Pasca kejadian pertama, pihak operator disebut telah melakukan penggantian tiang dan menggeser titik pemasangannya berdasarkan hasil kesepakatan atau izin dengan pihak RT serta pemilik lahan.
Namun, persoalan kembali muncul.
Belum lama setelah penggantian tersebut, tiang besi kembali tumbang dan bahkan menimpa gardu. Kabel kemudian menjulur hingga melintas di Jalan Raya Cidahu.
Pertanyaannya: apakah penggantian tiang sebelumnya benar-benar menyelesaikan akar persoalan, atau hanya memindahkan titik masalah?
Jaya Taruna menilai kondisi bentangan kabel di lokasi perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, apabila posisi kabel terlalu rendah dan tidak memenuhi ruang bebas yang aman bagi kendaraan yang melintas.
Menurutnya, kendaraan berukuran besar dan tinggi cukup banyak menggunakan Jalan Cidahu sehingga persoalan ketinggian kabel tidak boleh dianggap sepele.
“Kita tahu banyak kendaraan besar dan tinggi melintas di Jalan Cidahu. Ini yang harus diperhatikan sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
BUKAN SEKADAR TIANG TUMBANG
Insiden ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk melakukan audit lapangan, bukan sekadar melakukan penanganan setelah kejadian.
Jika benar terdapat kabel yang menumpang dalam jumlah besar pada satu tiang, maka perlu dipastikan siapa pemilik masing-masing kabel, bagaimana sistem penataannya, apakah kapasitas tiang sesuai dengan beban, serta apakah pemasangannya memenuhi standar keselamatan.
Begitu pula dengan bentangan kabel yang melintasi jalan.Jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi kecelakaan atau jatuhnya korban.
Keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu insiden berikutnya.
Jaya Taruna mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama instansi teknis dan pihak operator telekomunikasi segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi tiang dan kabel di sepanjang Jalan Cidahu.
Evaluasi juga dinilai perlu mencakup keberadaan kabel-kabel yang semrawut, titik pemasangan tiang, kapasitas tiang terhadap beban kabel, serta ketinggian kabel dari permukaan jalan.
Selain itu, aspek keselamatan lalu lintas juga harus menjadi perhatian, mengingat jalur tersebut dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan besar.
“Jangan tutup mata dan tutup telinga dengan kondisi yang ada. Segera lakukan langkah terbaik agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Kini bola berada di tangan pemerintah dan instansi terkait.
Jangan sampai masyarakat kembali dibuat bertanya-tanya: haruskah menunggu tiang tumbang untuk kedua, ketiga, bahkan sampai memakan korban, baru kemudian dilakukan evaluasi?
Redaktur : Usep Suherman

Social Header