SUKABUMIVIRAL.COM – Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan aparat penegak hukum semata. Ancaman tersebut telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan berpotensi merusak masa depan generasi muda apabila tidak dihadapi dengan langkah pencegahan, edukasi, penegakan hukum, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar dan Pembekalan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang digelar Rabu, 9 September 2026, di Gedung Islamic Center Cicurug (GICC), Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang mengangkat semangat “Cicurug Bersinar, Sukabumi Bersinar, Jawa Barat Istimewa Bersinar” tersebut menjadi ruang konsolidasi antara masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta unsur kepemudaan untuk memperkuat gerakan pencegahan narkotika.
Ketua Panitia Seminar P4GN, Iman Hadi Harahap, CFLS, dalam sambutannya menegaskan bahwa narkotika bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan bangsa.
Menurutnya, keberhasilan P4GN tidak mungkin hanya dibebankan kepada institusi pemerintah maupun aparat penegak hukum. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan di lingkungan masing-masing.
“Program P4GN merupakan amanat dan kebijakan nasional yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Namun keberhasilannya tidak hanya bergantung pada instansi dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” demikian inti pesan panitia dalam kegiatan tersebut.
Jangan Berhenti di Seminar
Seminar P4GN tersebut setidaknya membawa empat target utama.
Pertama, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Kedua, membentuk kader atau relawan antinarkoba di lingkungan sekolah, kampus, perusahaan hingga perdesaan.
Ketiga, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama dan organisasi sipil.
Keempat, membangun komitmen bersama menuju Sukabumi Bersinar—bersih dari bahaya narkoba.
Namun, slogan dan seminar tentu tidak cukup.
Semangat pemberantasan narkoba akan kehilangan makna apabila berhenti pada forum seremonial, spanduk, tepuk tangan, dan deklarasi. P4GN harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur, berkelanjutan, dan menyentuh langsung masyarakat.
Mulai dari edukasi terhadap pelajar, pengawasan lingkungan, penguatan keluarga, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, hingga keberanian masyarakat melaporkan dugaan peredaran gelap narkotika kepada aparat berwenang.
A-Ciber Dorong Pembekalan Berkelanjutan
Sementara itu, Koordinator Aliansi Cicurug Bersatu (A-Ciber), Sandi Irawan, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan seminar tersebut.
Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk terus dilakukan, terutama karena persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang membutuhkan pendekatan bersama.
Sandi menyebut A-Ciber dalam kegiatan tersebut berpartisipasi dengan memfasilitasi pelaksanaan acara serta mengapresiasi dukungan berbagai unsur masyarakat dan organisasi yang hadir.
Ia juga berharap dukungan dari BNNK Sukabumi terhadap kegiatan edukasi P4GN tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
Menurutnya, pembekalan harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda yang masih berada di lingkungan pendidikan.
Pencegahan Harus Masuk Sekolah dan Lingkungan Desa
Harapan tersebut menjadi penting karena pencegahan narkotika tidak dapat dilakukan secara sporadis.
Sekolah, kampus, perusahaan, pesantren, lingkungan perdesaan, organisasi kepemudaan hingga keluarga harus menjadi titik penting dalam membangun sistem pertahanan sosial terhadap narkoba.
Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan pemahaman mengenai solusi hukum, termasuk bagaimana membedakan korban penyalahgunaan, pengguna, kurir, pengedar, dan jaringan peredaran narkotika dalam perspektif hukum yang berlaku.
Pendekatan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan kesehatan dan sosial. Jangan sampai korban yang membutuhkan pertolongan justru tidak mendapatkan akses rehabilitasi, sementara jaringan peredaran gelap yang mencari keuntungan dari kehancuran generasi justru terus berkembang.
Sukabumi Bersinar Jangan Sekadar Slogan
Seminar P4GN di GICC Cicurug seharusnya menjadi momentum untuk menguji sejauh mana seluruh pihak benar-benar serius menghadapi ancaman narkotika.
Sebab ukuran keberhasilan P4GN bukan seberapa sering seminar digelar, melainkan seberapa kuat pencegahan berjalan, seberapa cepat masyarakat berani bertindak, seberapa efektif korban mendapatkan pertolongan, dan seberapa tegas jaringan peredaran gelap ditindak sesuai hukum.
Karena itu, jargon “Sukabumi Bersinar” harus diturunkan menjadi program nyata.
Bukan hanya slogan.
Bukan sekadar seremoni.
Dan bukan sekadar tepuk tangan.
P4GN harus hadir di sekolah, pesantren, kampung, perusahaan, keluarga dan ruang publik. Sebab ketika narkoba mulai menyentuh generasi muda, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan satu orang, tetapi masa depan masyarakat dan bangsa.
Seminar boleh menjadi awal.
Tetapi perang melawan narkoba harus dibuktikan dengan aksi nyata dan berkelanjutan.
SUKABUMI BERSINAR — BERSIH DARI BAHAYA NARKOBA.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header