Breaking News

Cianjur Darurat Sampah — BEM PTNU Gelar Aksi, Desak Evaluasi Total DLH

SUKABUMIVIRAL.COM //Cianjur, 30 April 2026 — Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur memicu gelombang protes dari kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Cianjur (BEM PTNU Cianjur) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, menuntut evaluasi total terhadap kinerja instansi tersebut.

Aksi ini menjadi bentuk akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap buruknya pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Massa aksi menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan yang kian meluas.

Sebagai simbol perlawanan, massa membawa tumpukan sampah dari sejumlah titik di jalanan dan menaruhnya di depan kantor DLH. Aksi tersebut menjadi pesan keras bahwa persoalan sampah yang menumpuk di tengah masyarakat adalah cerminan lemahnya tata kelola lingkungan oleh pemerintah daerah.

Dalam pernyataannya, BEM PTNU Cianjur menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mendesak DLH segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah, membuka secara transparan data anggaran dan realisasi program, meminta Bupati Cianjur melakukan evaluasi total terhadap kinerja DLH, serta mendesak aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran.

Koordinator Daerah BEM PTNU Cianjur, Fauzi Rohmat, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kemarahan sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan yang semakin darurat.

Persoalan sampah di Cianjur hari ini bukan lagi persoalan kecil, tetapi sudah menjadi kondisi darurat yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kami menilai DLH gagal menghadirkan solusi yang serius dan efektif,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa aksi simbolik tersebut merupakan kritik terbuka agar pemerintah tidak menormalisasi krisis sampah yang terjadi di tengah masyarakat.

Jika sampah dibiarkan menumpuk di lingkungan warga, maka pejabat juga harus melihat langsung dampak dari kegagalan pengelolaan tersebut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban,” tambahnya.

BEM PTNU Cianjur menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor lingkungan hidup, agar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Dengan mengusung slogan “Satu Suara, Satu Gerakan: Selamatkan Cianjur”, mahasiswa menyerukan perlawanan terhadap kerusakan lingkungan, mendorong transparansi anggaran, serta menuntut langkah nyata demi menyelamatkan masa depan lingkungan di Cianjur.(Red/ Rian
© Copyright 2024 - SUKABUMI VIRAL | MENGHUBUNGKAN ANDA DENGAN INFORMASI MELALUI SUDUT BERITA