SUKABUMIVIRAL. COM – Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) bersama PT Amerta Indah Otsuka (AIO) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Fungsi Kawasan untuk Menjaga Keberlanjutan Ekosistem. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat upaya konservasi kawasan hutan sekaligus memberdayakan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi.
Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, menegaskan bahwa TNGHS memiliki peran yang sangat strategis sebagai kawasan konservasi yang menjaga keanekaragaman hayati, keseimbangan ekosistem, serta keberlanjutan sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat di Pulau Jawa.
"TNGHS bukan hanya kawasan konservasi biasa. Kawasan ini merupakan habitat berbagai jenis flora dan fauna serta menjadi salah satu bentang hutan alam terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa. Lebih dari itu, TNGHS berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya," ujar Didid, Sabtu (20/06/2026)
Menurutnya, tantangan menjaga kelestarian kawasan konservasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan masyarakat, agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, Balai TNGHS dan PT Amerta Indah Otsuka berkomitmen memperkuat pengelolaan kawasan melalui rehabilitasi lahan, pemulihan ekosistem, perlindungan flora dan fauna, edukasi konservasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan.
Didid juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direksi PT Amerta Indah Otsuka yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung upaya konservasi lingkungan.
"Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada PT Amerta Indah Otsuka atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TNGHS. Penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum penting sekaligus tonggak sejarah dalam membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam Indonesia," tegasnya.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai program yang sebelumnya telah dijalankan PT Amerta Indah Otsuka di kawasan TNGHS, di antaranya melalui program adopsi pohon dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Dalam implementasinya, kedua belah pihak akan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yaitu keseimbangan antara perlindungan lingkungan, pemberdayaan sosial, dan tata kelola yang berkelanjutan.
"Konservasi yang berhasil adalah konservasi yang mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan. Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi bagian penting dan mitra utama dalam setiap upaya pelestarian," tambahnya.
Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan penandatanganan kerja sama juga dirangkaikan dengan penanaman pohon secara simbolis yang menjadi wujud nyata dukungan terhadap pemulihan ekosistem dan penguatan fungsi kawasan hutan.
Melalui kolaborasi ini, TNGHS berharap lahir model kemitraan konservasi yang mampu menjadi contoh bagi berbagai pihak bahwa pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dapat berjalan seiring. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan ekosistem, ketahanan sumber daya air, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header