SUKABUMIVIRAL.COM//CIANJUR – Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur membuktikan komitmennya dengan mengarahkan dana umat menjadi penggerak ekonomi produktif melalui penyaluran bantuan modal usaha kepada 126 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang Juni 2026.
Melalui Program Cianjur Makmur, BAZNAS mengalokasikan bantuan modal mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta bagi pelaku usaha mikro yang dinilai layak menerima setelah melalui proses pendataan, verifikasi, dan penilaian. Program ini menjadi bagian dari upaya mengubah pola bantuan sosial menjadi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani, M.Pd., menegaskan bahwa setiap rupiah dana zakat harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi ikhtiar untuk menciptakan pelaku usaha yang mandiri, berkembang, dan pada akhirnya mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki," katanya.
Pada penyaluran Juni 2026, sebanyak 75 UMKM kategori pemula menerima bantuan Rp500 ribu, 25 UMKM kategori lanjutan memperoleh Rp1 juta, 20 UMKM kategori utama menerima Rp1,5 juta, sementara enam UMKM kategori khusus mendapatkan bantuan tertinggi sebesar Rp2 juta.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat kecil, membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan konsumtif.
Meski demikian, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan.
Pendampingan usaha, evaluasi berkala, dan transparansi terhadap perkembangan penerima bantuan menjadi faktor penting agar dana zakat benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan serta melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi investasi sosial yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dari tingkat akar rumput.
Reporter : Rian Sagita
Redaktur ; Usep Suherman

Social Header