SUKABUMIVIRAL.COM – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui kawasan konservasi. Kepala Resor Kawah Ratu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Gungun Gunawan, mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Salak dari potensi kebakaran yang dapat menimbulkan kerusakan ekologis serius.

Menurut Gungun, musim kemarau menjadi periode paling rawan terjadinya kebakaran hutan. Karena itu, pihak TNGHS terus menggencarkan patroli rutin, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan sebagai sumber kehidupan dan cadangan air bagi masyarakat.

"Kami mengimbau dan melarang masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini sangat berisiko memicu kebakaran hutan, terutama saat kondisi vegetasi kering akibat kemarau panjang," ujar Gungun Gunawan kepada SUKABUMIVIRAL. COM Rabu (29/07/2026).

Ia menegaskan, kebakaran hutan tidak hanya merusak vegetasi dan habitat satwa liar, tetapi juga mengancam keberlangsungan sumber mata air, memperburuk kualitas udara, serta menimbulkan kerugian lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sebagai langkah pencegahan, TNGHS mengingatkan masyarakat dan pengunjung untuk tidak membakar sampah maupun lahan di sekitar kawasan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api unggun benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi perkemahan atau area aktivitas di alam terbuka.

"Jangan pernah menganggap remeh api kecil. Banyak kasus kebakaran hutan bermula dari kelalaian yang tampak sepele, namun berujung pada kerusakan kawasan yang sangat luas," tegasnya.

Gungun menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan. Partisipasi aktif warga dan wisatawan diharapkan mampu mempercepat langkah mitigasi ketika ditemukan indikasi kebakaran di kawasan konservasi.

"Kelestarian hutan Gunung Salak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan TNGHS agar tetap hijau, lestari, dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Dengan meningkatnya risiko karhutla di musim kemarau, TNGHS berharap seluruh pihak dapat lebih disiplin dan peduli terhadap lingkungan, sehingga ancaman kebakaran hutan dapat dicegah sebelum menimbulkan bencana yang lebih besar.

Redaktur : Usep Suherman