SUKABUMIVIRAL.COM – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cidahu. Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, menyambangi kediaman Khairurizal Aghna Ruswandi, seorang anak yatim yang tengah berjuang melawan kanker mata stadium 4.
Kunjungan tersebut dilakukan di kediaman Aghna yang beralamat di Perumahan Bukit Cidahu Asri (BCA), RT 25/RW 06, Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, minggu (30/08/2026).
Kondisi Aghna menjadi perhatian setelah perjuangannya melawan penyakit kanker mata stadium 4 diketahui masyarakat. Anak yatim tersebut kini membutuhkan perhatian, dukungan, serta kepedulian dari berbagai pihak dalam menghadapi kondisi kesehatannya.
Dalam kunjungannya, AKP Endang Slamet tidak hanya datang untuk melihat secara langsung kondisi Aghna dan keluarganya, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan hidup keluarga, khususnya sang ibu yang selama ini harus menghadapi berbagai persoalan seorang diri.
Kapolsek Cidahu turut berdiskusi mengenai rencana kehidupan dan usaha keluarga ke depan. Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak semata-mata berbicara mengenai bantuan sesaat, melainkan juga perlu dipikirkan langkah jangka panjang agar keluarga memiliki pegangan untuk melanjutkan kehidupan.
“Kedepannya harus ada pegangan untuk hidup. Entah itu usaha atau pekerjaan. Yang penting ada sesuatu yang bisa dijalankan untuk keberlangsungan hidup,” ungkap AKP Endang Slamet , selasa ( 01/09/2026)
Ia juga mendorong agar rencana usaha yang selama ini telah dijalankan secara daring dapat terus dikembangkan, apabila memang memungkinkan. Namun, persoalan modal dan kemampuan untuk menjalankan usaha tentu menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian.
Di tengah keterbatasan kondisi keluarga, perjuangan sang ibu dalam mendampingi Aghna menjadi potret beratnya beban yang harus dipikul. Sebagai seorang ibu yang harus berjuang sendiri, perhatian terhadap masa depan keluarga menjadi persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
AKP Endang Slamet menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Ia juga membuka ruang komunikasi agar kebutuhan keluarga dapat disampaikan dan, apabila memungkinkan, dapat dikoordinasikan kepada pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu.
“Kami di sini hanya bisa membantu semaksimal mungkin, baik berupa barang maupun materi. Tentunya bantuan kami mungkin tidak akan bisa menutupi seluruh kebutuhan, tetapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan,” ujarnya.
Kapolsek juga berharap adanya perhatian yang lebih luas dari berbagai pihak terhadap kondisi Aghna dan keluarganya.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi keluarga tersebut membutuhkan kepedulian bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan perjuangan seorang ibu yang harus menghadapi persoalan ekonomi sekaligus mendampingi anaknya menjalani perjuangan berat melawan penyakit.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kehadiran aparat di tengah warga juga dapat menjadi bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Namun, perjuangan Aghna dan keluarganya belum selesai.
Kondisi seorang anak yatim yang tengah menghadapi kanker mata stadium 4 seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak.
Bantuan pengobatan memang penting, tetapi keberlangsungan hidup keluarga juga tidak kalah penting.
Ketika seorang ibu harus membagi tenaga antara merawat anak yang sakit dan mencari nafkah untuk bertahan hidup, maka kepedulian sosial tidak boleh berhenti hanya pada rasa iba.
Dibutuhkan langkah nyata dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha maupun masyarakat, agar keluarga seperti Aghna tidak dibiarkan berjuang sendirian menghadapi situasi yang begitu berat.
Kehadiran Kapolsek Cidahu di kediaman Aghna diharapkan dapat menjadi pemantik kepedulian yang lebih luas.
Sebab di balik perjuangan seorang anak melawan penyakit, ada seorang ibu yang juga sedang berjuang keras agar kehidupan keluarganya tidak ikut runtuh.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header