SUKABUMIVIRAL.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H Loka Tresnajaya, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam mendorong kemajuan Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Melalui momentum reses ketiga Tahun Sidang 2026, ia mendorong sejumlah agenda yang menyentuh persoalan kebersihan lingkungan, pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM, hingga peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan keagamaan.
Kegiatan reses yang merupakan agenda terakhir pada Tahun Sidang 2026 tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Benda, Selasa (27/10/2026), dengan melibatkan unsur pemerintahan desa, mulai dari RT, RW, mandor, lembaga desa, hingga kalangan kepemudaan.
Dalam kesempatan itu, H Loka Tresnajaya menyampaikan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus menyampaikan arah perjuangan pembangunan yang perlu didukung bersama.
“Janji saya untuk Desa Benda adalah masyarakat sejahtera. Namun, mimpi tentang kemajuan Desa Benda tentu harus dilakukan oleh semua unsur,” ujarnya.
Ia menyayangkan belum seluruh unsur kewilayahan dapat hadir sesuai harapan. Padahal, menurutnya, keterlibatan perangkat dan unsur masyarakat sangat penting agar aspirasi yang disampaikan benar-benar mencerminkan persoalan nyata di lingkungan warga.
“Saya ingin mendengar langsung suara-suara yang memang riil ada di lingkungan masyarakat. Begitu juga, mereka bisa mendengar langsung apa yang saya sampaikan,” katanya.
Empat Agenda Bersih untuk Desa Benda
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam reses tersebut adalah gerakan bersama untuk mewujudkan Desa Benda yang bersih dari buta huruf, narkoba, sampah, dan kemiskinan.
Menurut Loka, keempat persoalan itu membutuhkan keterlibatan lintas sektor, bukan hanya mengandalkan pemerintah desa ataupun kegiatan seremonial. Perubahan harus dimulai dari kesadaran pribadi, kemudian diperkuat melalui gerakan kolektif masyarakat.
Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Demikian pula upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, meningkatkan kemampuan baca tulis, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat harus dijalankan secara berkelanjutan.
“Gerakan ini harus dimulai dari pribadi saya sendiri dan kepala desa. Kita ingin ada misi bersama untuk membangun Desa Benda yang lebih baik,” ungkapnya.
UMKM Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi Rakyat
Dalam bidang ekonomi, Loka yang bertugas di Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, kegiatan UMKM yang terintegrasi dengan rangkaian Milad Desa Benda ke-109 dapat menjadi peluang untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda yang berminat menekuni dunia usaha agar tidak sekadar berorientasi pada modal dan keuntungan, tetapi mempersiapkan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menjalankan usaha.
“Untuk bisa menjalankan sebuah usaha, sekecil apa pun, tetap harus memiliki dasar dan bekal yang cukup agar usaha yang digeluti bisa berhasil,” jelasnya.
Loka berharap penguatan UMKM tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan peringatan milad desa. Lebih dari itu, harus ada kesinambungan pembinaan agar pelaku usaha lokal dapat berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga.
Dorong Layanan Kesehatan dan Pendidikan Keagamaan
Selain sektor ekonomi, Loka menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan juga menjadi bagian dari perhatian pembangunan di Desa Benda.
Ia mengungkapkan rencana penyelenggaraan pengobatan gratis serta rencana pembukaan klinik Desa Benda, yang ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat, yakni akhir 2026 atau awal 2027.
Di bidang pendidikan keagamaan, ia menyinggung upaya mengaktifkan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui program baca Al-Qur'an sejak usia dini serta pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Berbagai agenda tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan secara terarah agar peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kualitas sumber daya manusia dan akses pelayanan dasar.
Milad ke-109 Desa Benda, Bukan Sekadar Perayaan
Rangkaian Milad Desa Benda ke-109 Tahun 2026 turut menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari olahraga, kegiatan keagamaan, karnaval, hingga acara penutupan.
Namun, Loka berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan. Momentum milad harus mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal, memperkuat kebersamaan, serta melahirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak cukup diukur dari ramainya kegiatan atau banyaknya program yang diumumkan, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh warga.
Camat Cicurug: Lomba Kebersihan Harus Bangun Kesadaran Warga
Sementara itu, Camat Cicurug, Chaerul Ichwan, mengatakan bahwa Pemerintah Desa Benda juga menyiapkan lomba kebersihan lingkungan sebagai salah satu rangkaian Milad ke-109 Tahun 2026.
Lomba tersebut direncanakan melibatkan 12 wilayah sebagai lokus penilaian, dengan mengacu pada 12 RW yang masing-masing akan mengusulkan satu RT untuk dinilai. Di Desa Benda sendiri terdapat 47 RT dan 12 RW.
Menurut Chaerul, indikator penilaian masih akan dibahas dan dimatangkan bersama tim penilai agar pelaksanaannya memiliki ukuran yang jelas.
Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar menentukan wilayah yang menjadi juara, melainkan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan secara konsisten.
“Tujuan akhirnya bukan hanya lombanya, tetapi bagaimana memunculkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya karena dilombakan saja,” ujarnya.
Chaerul mengingatkan bahwa persoalan sampah, saluran air yang tersumbat, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, termasuk memperbesar risiko terjadinya bencana di lingkungan tertentu.
Karena itu, ia berharap gerakan kebersihan tidak hanya dilakukan oleh wilayah yang menjadi peserta lomba, tetapi menjangkau seluruh lingkungan Desa Benda.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat sabilulungan atau gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam menjaga lingkungan.
“Apabila kita menjaga lingkungan, insyaallah lingkungan juga akan memberikan timbal balik dengan segala kemanfaatannya,” tuturnya.
Tantangan Berikutnya: Konsistensi dan Realisasi Program
Reses terakhir Tahun Sidang 2026 tersebut menempatkan sejumlah agenda penting bagi Desa Benda, mulai dari kebersihan lingkungan, penguatan UMKM, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan keagamaan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tersebut diterjemahkan menjadi langkah konkret, dengan pembagian peran yang jelas antara pemerintah desa, masyarakat, panitia kegiatan, dan pihak terkait.
Gerakan bersih dari kemiskinan, narkoba, buta huruf, serta sampah membutuhkan program yang berkelanjutan, bukan sebatas slogan dalam momentum reses maupun perayaan milad desa.
Dengan demikian, harapan mewujudkan masyarakat Desa Benda yang sejahtera perlu diikuti kerja nyata, evaluasi berkala, serta keterbukaan terhadap aspirasi warga agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header