SUKABUMIVIRAL.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, Aang Erlan Hudaya, menggelar Reses Ke-II di Aula GOR Kantor Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak di wilayahnya.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi mencuat, mulai dari kondisi aula desa yang membutuhkan renovasi, pembangunan infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), hingga persoalan distribusi air bersih yang dinilai belum optimal.
Aang Erlan Hudaya menegaskan, salah satu usulan prioritas yang menjadi perhatian masyarakat adalah renovasi aula desa atau yang disebut warga sebagai "rumah rakyat". Menurutnya, bangunan tersebut telah lama tidak mendapatkan perbaikan meski memiliki fungsi penting sebagai pusat kegiatan masyarakat.
"Sudah sekitar tiga tahun terakhir belum ada renovasi. Aspirasi ini akan kami kawal dan dorong agar menjadi prioritas pembangunan, minimal dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027," ujarnya, Jum'at (05/06/2026)
Selain itu, masyarakat juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih memerlukan perhatian serius. Aang menyebut, pembangunan jalan saat ini terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.
Tak hanya soal jalan, persoalan penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi keluhan warga yang disampaikan dalam forum reses tersebut. Minimnya penerangan di sejumlah titik dinilai berdampak pada kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama pada malam hari.
Yang paling menyita perhatian adalah persoalan air bersih. Ironisnya, Desa Cisaat yang memiliki sumber mata air justru belum sepenuhnya menikmati layanan optimal dari perusahaan daerah air minum. Berdasarkan informasi yang diterima dalam forum reses, jumlah pelanggan PDAM di desa tersebut masih sangat terbatas dibandingkan potensi sumber daya air yang tersedia.
"Kondisi ini menjadi catatan penting bagi kami. Desa Cisaat memiliki sumber mata air, namun jumlah masyarakat yang menikmati layanan air bersih masih minim. Ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan kami sampaikan kepada perusahaan air minum daerah agar ada langkah konkret untuk memperluas akses pelayanan kepada masyarakat," tegas Aang.
Melalui reses tersebut, berbagai aspirasi warga dipastikan akan dibawa ke tingkat pembahasan legislatif sebagai bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan daerah. Masyarakat berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum bagi rakyat untuk menagih kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan nyata yang mereka hadapi setiap hari.
Redaktur : Usep Suherman

Social Header